Selasa, 26 Mei 2015
Pollyana Chu, Wanita Sukses yang Tidak Pernah Berhenti Belajar
Minggu, 10 Mei 2015
3 kebiasaan Warren Buffet yang menjadikannya miliarder
Sekarang, Buffet memiliki Bershire Hathaway yang mempunyai nilai aset mencapai 525 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.825 triliun (kurs Rp 13.000 per dollar AS), atau lebih dari tiga kali lipat belanja APBN Perubahan 2015 Indonesia yang "hanya" senilai Rp 1.984,1 triliun.
Nah, apa saja kebiasaan Buffett sehingga dia bisa mencapai posisinya saat ini? Ini rahasianya:
1. Tak pernah berhenti belajar
Dalam surat tahunan ke 50 ke pemegang saham Berkshire Hathaway, Charlie Munger, salah satu pemimpin Berkshire, berbicara mengenai satu rahasia sukses Buffett. Di antaranya:
-Keputusan Buffett untuk membatasi aktivitasnya ke sejumlah hal penting dan memaksimalkan perhatiannya kepada hal tersebut. Dia selalu melakukan hal itu selama 50 tahun. Rahasia kesuksesan Buffett sama dengan alasan bagaimana Roger Federer menjadi petenis terbaik.
Dengan kata lain, Buffett berhasil mengungkapkan apa bakatnya dan fokus terhadap hal itu hingga kemampuannya semakin bertambah dan tajam.
"Saya selalu menggunakan banyak waktu untuk dihabiskan dengan duduk dan berpikir. Dan itu saya lakukan hampir setiap hari. Hal ini sangat tidak biasa pada bisnis Amerika. Saya melakukannya karena saya menyukai kehidupan semacam itu," jelas Buffett.
2. Kesabaran adalah kuncinya
Dunia di sekitar kita bergerak dengan cepat sehingga sulit kita ikuti. Wall Street Journal melaporkan, "Butuh 75 tahun bagi telepon untuk mencapai 50 juta pengguna. Sementara, Angry Birds mencapainya hanya dalam 35 hari."
Salah satu karakteristik Buffett yang mengagumkan adalah kesabarannya. Pada 2003, dia mengatakan:
"Kami membeli sejumlah saham Wells Fargo tahun lalu. Di sisi lain, di antara enam kepemilikan besar kami pada sebuah perusahaan, kami akhirnya mengubah posisi kami di Coca Cola pada 1994, American Express di 1998, Gillette pada 1989, Washington Post 1973, dan Moody's di 200. Para Broker tidak mencintai kami," jelas Buffett.
Simak pula pernyataannya pada 2010:
"Kita akan membutuhkan performa yang baik dari bisnis kita saat ini dan akuisisi besar. Kita sudah bersiap. Senjata gajah kita sudah diisi, dan jari saya sudah gatal ingin menarik pelatuknya."
Pernyataan itu bisa diartikan, saat Buffett berencana membeli bisnis dengan nilai 10 miliar dollar AS, dia bersedia menunggu hingga kesempatan datang dengan sendirinya.
3. Tak ragu memberikan pujian
Salah satu hal yang dapat dilihat dari Buffett adalah kegemarannya memuji tim manajer yang ada di sekelilingnya.
Pada 2009, misalnya, dia memuji Ajit Jain yang mengepalai Bershire Hathaway Reinsurance dan sering diperkirakan sebagai kandidat yang akan menggantikan Buffett di Berkshire. "Jika Charlie, saya, dan Ajit berada di kapal bocor, dan Anda hanya bisa menyelamatkan satu orang, selamatkan Ajit," jelasnya.
Atau pertimbangkan pujiannya kepada Tony Nicely pada 2005:
"Pujian untuk Geico -dan CEO briliannya, Tony Nicely- untuk hasil yang mengagumkan pada sektor asuransi. Tahun lalu, Geico berhasil meningkatkan pangsa pasar, laba tinggi, dan memperkuat brand. Jika Anda memiliki putra atau cucu yang baru lahir, namakan dia Tony," kata Buffett.
Buffett menyadari, dirinya bekerja dengan otang lain yang sama pentingnya dengan dirinya sendiri. Sehingga, di mana pun kita berada, kita harus meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu kita dalam menggapai sukses.
Sabtu, 09 Mei 2015
Kim Beom-Su: Kisah sukses Kakao Talk
Liu Yiqian: Putus sekolah tapi jadi miliarder
Orang China terkenal sebagai negara pencetak orang-orang kaya. Sebut saja, Wang Jialin pemilik Dalian Wanda Grup, ada Jack Ma pendiri Alibaba.com, kemudian Li Hejun pemilik Hanergy Holdings. Tidak hanya didominasi kaum senior berpengalaman, anak-anak muda Tiongkok juga jago dalam menimbun pundi-pundi kekayaan. Sebut saja Lei Juni pemilik Xiaomi, dan Robin Li sebagai bos Baidu.
Kali ini, Negeri Negeri Tembok Raksasa itu melahirkan satu lagi sosok miliarder baru bernama Liu Yiqian. Berdasarkan catatan Forbes hingga awal Mei 2015, Yiqian masuk dalam urutan ke-71, wajah-wajah orang kaya baru di tahun 2015 dengan total nilai kekayaan bersih mencapai sebesar US$ 1,57 miliar. Gelar miliarder ini menempatkan Yiqian masuk jajaran orang tajir ke-163 di China dan orang kaya dunia urutan ke 1.533.
Yiqian adalah pengusaha asal China yang berinvestasi pada bermacam sektor, semisal perdagangan saham, properti hingga obat-obatan. Yiqian mendirikan Sunline Grup Co Ltd sebagai induk perusahaan yang menaungi beragam unit bisnis yang digarap sang miliarder. Sunline Group berdiri pada tahun 2000. Perusahaan tersebut sebelumnya terkenal dengan nama Shanghai Sunline Investment Management Co Ltd.
Yiqian dilahirkan pada tahun 1963 di Shanghai China. Profesi orangtua Yiqian hanya sebagai pekerja biasa. Oleh sebab itu, kehidupan keluarga Yiqian terbilang sangat sederhana atau bisa dibilang pas-pasan. Sayang, orangtua Yiqian tidak berdaya mewujudkan keinginan putranya mengecap pendidikan lebih tinggi. Pada usia 14 tahun, Yiqian terpaksa meninggalkan bangku sekolah menengah demi membantu ekonomi keluarga.
Namun rupanya Tuhan memiliki rencana besar bagi Yiqian. Sebab, meski putus sekolah, keterampilan berbisnis yang kelak mengantarkannya sebagai orang yang berkecukupan dari sisi materi, mulai terasah. Kala itu Yiqian membantu ibunya berbisnis tas tangan. Pada awalnya, dia membantu proses produksi dan menjualnya di kios pinggir jalan.
Berkat kecerdikan dan keterampilannya, Yiqian mampu memproduksi tas dengan harga yang lebih rendah dari para pedagang lain. Alhasil, barang dagangan Yiqian selalu habis diserbu pembeli.
Didorong oleh keinginan memperoleh pengalaman lebih banyak, Yiqian memutuskan mencari pekerjaan di pabrik sepatu. Seperti diberitakan kantor berita BBC pada 2011 silam, Yiqian kecil bercita-cita mendapatkan penghasilan lebih besar dari 100 renmimbi (RMB) per tahun. Sebab pada saat itu, umumnya rata-rata upah buruh berada di kisaran RMB 300 per tahun.
Pada sekitar tahun 1980-an, Pemerintah China membuka keran pergaulan dengan masyarakat global. Sistem komunis berganti menjadi kapitalis. Pada era itu, banyak kaum kelas bawah berharap sistem kapitalis bisa mengangkat derajat hidup mereka menjadi lebih baik. Hingga mucul istilah di masyarakat bawah, "Menjadi manusia berpenghasilan 10.000 yuan".
Nyatanya, Yiqian berhasil memperoleh penghasilan seperti yang diinginkan kebanyakan orang itu pada saat usianya baru 17 tahun. Penghasilan sebesar itu diperoleh Yiqian dari usaha berjualan tas dan bekerja di pabrik sepatu.
Meski secara perlahan taraf hidup keluarganya semakin membaik, Yiqian tidak lantas cepat berpuas diri. Sejumlah peluang coba dia geluti untuk menambah penghasilan keluarga besarnya.
Hingga pada sekitar tahun 1983 atau saat usia menginjak 20 tahun, Yiqian sudah mampu menyewa toko di pusat kota Shanghai untuk berjualan suvenir dan aksesori.
Strong..Brave..Humble
• BE BRAVE — when you are scared.
• BE HUMBLE — when you are victorious.
Belajar dari kesalahan
Selasa, 05 Mei 2015
JANGAN BERHENTI ... "BERKREASI & BERINOVASI"
Sebuah restoran cepat saji yg mulai ditinggalkan oleh generasi muda, memutuskan utk menjual kepingan CD musik di seluruh gerainya. Walhasil KFC di Indonesia sukses menjual jutaan keping CD musik, dan generasi muda jadi rajin nongkrong di gerai2nya, shg ayam goreng merekapun laris manis. Label dan Penyanyi papan atas spt Agnes Monica jg mempercayakan distribusi lagu mrk ke KFC. Dan ironisnya jaringan toko CD musik justru malah tutup terjungkal krn penjualan yg terus menurun.
Ketika penjualan mobil lesu, Porsche melakukan bisnis jasa penyewaan desainer dan insinyur2 teknik yg mrk miliki ke perusahaan otomotif lainnya. Dan bisnis Porsche pun bertumbuh.
Ketika cafe2 bukan sekedar menjual kopi dan kue, tetapi berfokus menjual pengalaman kpd pelanggan, dan berusaha membuat pelanggan betah duduk, ngobrol dan bekerja dgn komputer jinjing mereka, maka cafe pun bertumbuh.
Di Amerika pernah ada perusahaan kereta api yg bisnis pengiriman barang nya mendapat saingan berat dr perusahaan truk pengangkutan. Setelah berpikir keras, akhirnya pimpinan perusahaan kereta api memutuskan bukan memusuhi dan bersaing dgn perusahaan truk. Tapi justru membuat perusahaan2 truk ini menjadi pelanggan
Dimana perusahaan truk cukup mengangkat barang2 ke terminal kereta yg ditunjuk, sedangkan kereta akan membawa barang2 utk jarak jauh dgn lbh cepat dan hemat. Truk2 tinggal melanjutkan lagi pengiriman dr terminal2 kota tujuan ke pintu2 pelanggannya.
Beberapa contoh bhw kita hrs terus berkreasi dan berinovasi krn tuntutan pasar yg terus berubah. Jadi kalo kita tidak berubah pasti akan tergerus arus pasar yg semakin demanding