Kamis, 02 April 2020

#covid19 #menanglawancorona

BERITA POSITIF

"Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk memberikan nasihat tentang penanganan virus Corona. Hari Minggu tadi, Kami bertemu di sebuah minimarket di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta. Sambil ngopi, dia menyapa saya di sela-sela membaca buku tebal protokol penanganan corona Wuhan. Dokter hewan yang selama 20 tahun meneliti virus ini mengatakan berbagai pandangannya yang unik tentang virus corona.

----

- Apa sebenarnya virus corona ini dan bagaimana asal mulanya?

- Ini virus lama. Bahkan sebelum Yesus. 200 tahun sebelum masehi udah ada corona. Virus corona ini jumlahnya banyak. Setiap virus corona itu spesifik ke spesies tertentu.Ada yang buat kelelalawar, ya (menjangkiti) kelelawar aja. Ada yang buat manusia, ya manusia aja. Ada yang buat anjing, ya anjing aja.

- Bagaimana spefifikasinya, bagaimana membedakannya?

- Pernah lihat gambar virusnya. Virusnya bulat, ujungnya beda-beda. Duri-durinya itu (yang berbeda). Ada yang buat manusia, ya buat manusia doang. Ada yang buat kelelawar ya, kelelawar doang.

- Jadi gak mungkin kalau dibilang makan kelelawar jadi dijangkiti virus corona?

- Gak. Tapi kalau saya ditanya, apakah corona sama dengan covid 19 ya mirip bentuknya. Tapi kalau dari kelelawar bisa nempel ke manusia, ya jawabannya gak.

- Berarti bukan dari kelelawar?

- Bukan. Murni dari manusia, WHO aja bilang itu murni dari manusia.

- Kalau dari manusia, pasti ada penyebar pertamanya...

- Ya, penyebar pertamanya dari Wuhan sana, kenapa dia bisa muncul dari sana dan nyebar banyak, ya kita gak ngerti. Spekulasinya banyak. Cuma kalau saya ditanya sebagai orang yang sudah lama maen sama virus, apakah itu bisa dibikin supaya bisa nyebar cepat dan bisa nempel ke manusia, ya saya bilang bisa dibikin.

- Lewat intervensi para ilmuwan?

- Bisa. Gak akan sulit. Kalau orang yang biasa maenan virus, itu bisa. Cuma sekarang gak ada gunanya lagi kita membahas itu, wong virusnya sudah nyebar.

- Lalu bagaimana cara menangani penyebaran virus corona yang sangat cepat ini?

- Virusnya pake sabun hancur, pake bayclean hancur. Pake sunlight cuci piring hancur. Pakai deterjen untuk cuci baju hancur. Pakai yang buat ngepel lantai hancur.

- Pakai cairan disinfektan yang biasa disemprot itu? Cairan itu untuk membersihkan virus atau mencegahnya?

- Itu sama kayak kita ngepel lantai. Lantai kita pel, udah bersih kan? Nah terus ada yang datang, ya kotor lagi. Jadi
kalau ada orang yang gejala flu, ya baiknya di rumah aja. Supaya gak ngotorin yang lain. Ntar, seminggu dua minggu dia sembuh sendiri kok dengan antibodi tubuh manusia. Setelah sembuh baru keluar.

- Kalau keluar, apakah sudah kebal dari corona?

- Gak. tetap bisa kena lagi. Kalau sudah kena pertama, sakit dulu seminggu. Kebal dalam waktu dua minggu. Nah kalau keluar rumah setelah itu,  bisa kena lagi cuma anti bodinya sudah cepat. Bukan tujuh hari lagi, langsung sehari antibodi keluar, virusnya hilang. Karena kita udah pernah kena. Sama kayak vaksin cacar. Gak tiap bulan divaksin kan? sekali seumur hidup aja. Tujuan vaksinasi kan untuk ngenalin virus, pas sewaktu-waktu ada, langsung ngeluarin antibodi. Cara paling tepat untuk ngeluarin anti bodi ya makan vitamin E.

- Kalau demikian mudahnya virus ini hancur, kenapa banyak yang meninggal, contohnya di Italia...

- Kasusnya berbeda, di Italia yang meninggal itu banyak orang tua. Mereka biasanya sudah punya penyakit bawaan. Di Wuhan sekarang kan semua sembuh, bagaimana sembuhnya? ya pakai vitamin E, emang mau pakai apaan? Wong vaksin dan obatnya belum ada.

- Sebenarnya sejak kapan virus ini masuk Indonesia?

- Saya mengira virus ini bukan masuk pada bulan Maret.  ke Indonesia, februari dia udah ada. Cuma gak kedetect. Yang kedetect baru di depok. Yang pasien 1, 2 3 itu. Akhirnya sembuh.  Kalau menurut saya di populasi yang banyak kayak ini, bulan Februari udah masuk. Coba ingat-ingat lagi, apakah di bulan Februari kita pernah demam? Tanya aja sama teman-teman, ada yang kena flu biasa, biasa ada yang agak parah. Tapi kan sembuh sendiri, lima hari. Dugaan saya, ya itu covid.

- Apakah dengan penyebaran virus ini pemerintah perlu melakukan lockdown?

- Saya kira, gak perlu. Ngapain.

- Bagaimana dengan Wuhan yang sukses meratakan kurva penderita covid 19 dengan melakukan lockdown?

- Yang di Wuhan beda kasusnya. Sistem deteksi lebih bagus dari kita. Cuma lockdown di wuhan doang sumbernya. Kalau mau lockdown harus tahu sumbernya, dilockdown benar kalau tahu sumbernya. Nah sekarang kalo dibalikin ke indonesia. Coba mana yang mau dilockdown. Di Jakarta ada, di Surabaya ada, di Banjarmasin ada, Solo ada.  Mau lockdown mananya?

- Terus apa yang harus dilakukan?

- Gak usah panik, karena kalau panik malah gak bisa apa-apa. Cukup jaga kebersihan dan banyak minum vitamin E.

- Terakhir, prediksi Anda sebagao orang yang sudah lama berkecimpung di dunia virus, akan berapa lama situasi covid -19 ini berhenti?

- Gak lama. Dalam dua minggu setelah ini, sudah menurun, lalu selesai.

Semoga semua ini cepat berlalu dan kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman.

TOLONG SEBAR BERITA POSITIF/GEMBIRA DAN JANGAN SEBAR BERITA YG MEMBUAT ORANG MENJADI PANIK DAN STRESS!

Catatan dari Dahlan Iskan

Papa Zhang

Kamis 02 April 2020
Oleh : Dahlan Iskan

"Kantormu masih ada? Tidak hilang?"

Itulah pertanyaan saya kepada teman baik saya di Beijing. Ia pemilik beberapa perusahaan. Kantornya di banyak kota: Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan Nanchang.

Senin kemarin ia mulai masuk kantor. Dan memang Senin itu semua perusahaan di Tiongkok sudah boleh bekerja.

"Kantor saya masih ada. Masih sama," jawabnya.

Tiga bulan ia tidak melihat kantornya itu. Hari ini sudah hari keempat ia masuk kantor lagi.

Kota sudah kembali ramai.

Tanda-tanda lockdown sudah disingkirkan. Pesawat mulai terbang. Kereta bawah tanah kembali beroperasi. Jalan-jalan tol sementara digratiskan. Keluarga dokter/perawat yang sakit atau meninggal dapat santunan. Jumlahnya tidak perlu saya sebutkan --hanya menimbulkan kecemburuan.

Teman saya itu sudah hampir tiga bulan hanya di dalam rumah. Sejak Covid-19 mewabah di Tiongkok.

Senin sore lalu ia terbang ke Nanchang, Ibu Kota Provinsi Jiangxi. Itulah provinsi tetangga Hubei, yang ibu kotanya Wuhan.

"Kantor saya di Nanchang masih utuh," guraunya.

Yang saya ikut bahagia, selama tiga bulan itu ia tidak pernah sakit. Umurnya kini 55 tahun. Istrinya juga tidak pernah sakit. Demikian juga putri serta menantunya.

"Apakah itu karena Anda minum banyak vitamin?" tanya saya.

"Tidak," jawabnya.

"Sama sekali?" tanya saya lagi. Setengah tidak percaya.

"Tidak sama sekali," jawab istrinya.

"Kenapa? Tidakkah itu overconfident?" tanya saya lagi.

Ia tidak menjawab pertanyaan saya yang terakhir itu. Istrinya juga diam.

Sang istri lantas mengirim WeChat ke saya. Isinya: screen shoot kutipan asli kata-kata seorang dokter di sana.

"Pak Dahlan tahu siapa dokter Zhang Wenhong kan?" tanyanyi.

"Tentu saja saya tahu. Semua orang tahu nama itu," jawab saya.

"Ya itulah kata-katanya. Kita semua ikut apa saja yang dikatakan dokter Zhang Wenhong," jawabnyi.

Apa yang dikatakannya?

Lihatlah screen shoot di bawah ini:

Artinya: Banyak minum air, minum susu, makan telur ayam, banyak tidur, dan tidak keluar rumah.

Di Tiongkok kata-kata dokter Zhang sudah dianggap seperti fatwa ulama.

Itulah dokter ahli virus termuka di Tiongkok. Umurnya 51 tahun. Kelahiran Wenzhou --kota pantai di seberang Taipei.

Dokter Zhang lulusan Fakultas Kedokteran Fudan University, Shanghai.

Ia juga pernah kuliah di, ehm…Harvard Medical School, Boston, Amerika.

Kini dokter Zhang Wenhong menjabat ketua departemen penyakit menular di Huashan Hospital, Shanghai.

Nama Zhang Wenhong melangit sejak Januari lalu. Yakni ketika wabah Covid-19 kian serius di Wuhan.

Waktu itu ia memerlukan lebih banyak dokter lagi yang harus ke garis depan: mengatasi wabah Covid-19.

Berarti harus lebih banyak lagi dokter Shanghai yang harus ditugaskan terjun ke Wuhan. Itu untuk menggantikan "pasukan" gelombang pertama.

Dokter Zhang tahu perasaan para dokter yang ditugaskan ke sana itu.

Maka dokter Zhang mengeluarkan kata-kata keras. "Kita tidak seharusnya mengingkari tanggung jawab kita kepada rakyat. Saya tidak peduli kalian suka atau tidak suka dengan tugas ini. Saya tidak peduli kalian melakukannya dengan sepenuh hati atau terpaksa. Pokoknya jalankan."

Video pidatonya itu langsung viral. Ditonton puluhan juta netizen di Tiongkok.

Dokter Zhang Wenhong langsung jadi media darling.

Ia memang dikenal sebagai dokter yang IQ dan EQ-nya sama-sama tinggi. Pinter, ahli, pandai berkomunikasi, dan mau melayani pertanyaan dari publik di seputar Covid-19.

"Fatwa"-nya tadi adalah jawaban dari salah satu pertanyaan masyarakat. Yakni tentang perlukah minum tambahan vitamin. Dokter Zhang Wenhong tidak memasukkannya dalam "fatwa"-nya.

Ia sangat menekankan "jangan keluar rumah". Itulah satu-satunya cara untuk memutus penularan. Kalau semua orang disiplin tidak keluar rumah, Covid-19 teratasi dalam dua bulan.

Dokter Zhang Wenhong tidak hanya diidolakan publik seluruh Tiongkok. Anak buahnya pun sangat mencintainya. "Beliau suka membina dokter-dokter muda. Sampai-sampai kami memanggil beliau Papa Zhang," ujar staf di rumah sakit itu.

Orang Shanghai pun merasa aman dengan adanya Dokter Zhang. Jumlah penderita Covid-19 di Shanghai sangat kecil --dibanding ukuran dan kepadatan penduduknya. Di Shanghai hanya 509 yang terkena Covid-19 dan hanya 5 orang yang meninggal. Di Shanghai 95 persen pasien Covid-19 berhasil disembuhkan.

Bandingkan dengan New York: 67.000 yang terkena dan 1.300 lebih yang meninggal.

Begitu pentingnya sosok Zhang di Shanghai sampai ada yang bersikap berlebihan. "Silakan semua dokter Shanghai dikirim ke Wuhan, asal dokter Zhang tetap di sini," komentar salah satu netizen.

Selalu muncul pahlawan rakyat di tengah setiap kesulitan. Umumnya dari mereka yang berbuat sesuatu dengan ikhlas --tanpa peduli dengan citra.(dahlan iskan)

Humor: Gara-Garap Virus Corona

Informasi dr WHO dan BPOM

LARANGAN KONSUMSI MIE SELAMA thn 2020 di Mulai menyebarnya virus corona  ...!!!

Beberapa produk mie yg tidak boleh dikonsumsi selama thn 2020,diantaranya adalah:

- Mie kirin istri orang lain
- Mie jitin bini tetangga
- Mie ting berdua dengan istri atau suami orang lain,
- Mie pisin kepala orang
- Mie lih2 baju utk lebaran tapi gak jadi beli
- Mie ndahin sampah ke rumah pak rt
- Mie sahin pasangan suami istri
- Mie-nta *kawin lagi*....!!!

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Ketawa dulu meskipun kantong mulai kering.
Jangan mie kirin aja coronaπŸ™πŸ™πŸ™

Renungan : Covid 19



Saya tidak tahu siapa yang menulis ini, tapi ini tulisan indah.. ♥️

Kita tertidur di satu dunia, dan terbangun di dunia lain.

Tiba - tiba disneyland tidak indah lagi.

Paris tidak lagi romantis.

New york tidak lagi kota idaman.

Tembok cina bukan sesuatu banget.

Dan  Mekah kosong.

Pelukan & ciuman tiba - tiba menjadi alat penyebar penyakit.

Tidak mengunjungi orangtua merupakan cara baru untuk memperlihatkan hormat dan cinta kasih.

Tiba - tiba kita menyadari bahwa kekuasaan, kecantikan dan uang tidak berharga.

Dan kita tidak bisa mendapatkan oksigen meski kita berjuang mendapatkannya.

Dunia dan bumi meneruskan hidupnya yang indah dan menempatkan manusia didalam kandang.

Dunia mengirimkan pesan !!

Semesta alam tidak memerlukan kita.

 Udara, bumi, air dan langit tanpa kita akan baik - baik saja dan bertambah indah.

Ketika semua peringatan telah berlalu,... ingatlah bahwa anda sekedar *TAMU* di Bumi ini dan Bukan *PENGUASA*

Mari kita Berdoa bahwa umat manusia terselamatkan dan belajar dari semua ini.

πŸ™πŸ™πŸ™