Selasa, 13 Oktober 2020
Final Tennis Grand Slam Franch Open.
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jack Ma Ramal Negara Berkembang dan Bisnis Kecil Jadi Pemimpin di Masa Depan
Dalam pertemuan dengan pebisnis, pendiri Alibaba Jack Ma mengingatkan agar pengusaha China untuk bersiap diri menghadapi digitalisasi dan globalisasi dunia.
Selain itu, dia berharap agar para pengusaha dan wirausahawan untuk melihat lebih jauh dari sekedar kesulitan jangka pendek.
Dalam China Green Companies Summit yang diadakan China Entrepreneur Club, dia juga mengungkapkan kemungkinan adanya pergeseran kepemimpinan dalam globalisasi.
"Globalisasi dipimpin oleh negara maju dan perusahaan besar di masa lalu, tetapi globalisasi ke depan akan dipimpin oleh negara berkembang dan bisnis kecil," ujarnya.
Jack Ma, yang mengundurkan diri sebagai pemimpin raksasa e-commerce Alibaba setahun lalu, mengatakan bisnis China harus memperhatikan permintaan 1,4 miliar dari konsumen dalam negeri, terutama yang berada di kota-kota yang relatif lebih kecil.
Menurut pria yang berusia 56 tahun, Amerika Serikat hanya memiliki 12 kota dengan populasi di atas satu juta pada tahun 2014. Sementara itu, China memiliki 167, dan kota-kota di Tiongkok ini memiliki potensi bisnis yang besar.
"Karena 300 juta konsumen Amerika telah mendorong putaran terakhir globalisasi, putaran baru akan didorong oleh 1,4 miliar konsumen China," tegasnya.
China ke depannya tidak hanya menjadi produsen semata, tetapi akan lebih menjadi konsumen.
"China akan mengubahnya dari negara jual, jual, dan lebih banyak jual menjadi negara beli, beli, dan lebih banyak beli."
Menurutnya, China di masa lalu hanya berkutat tentang orang, mesin, dan uang. China di masa depan akan mengutamakan informasi, layanan dan pengakuan nilai.
Di sisi lain, Jack Ma menjelaskan bahwa pebisnis China juga harus mengejar bisnis di luar negeri sambil tetap rendah hati dalam prosesnya.
"Apa yang ingin kami menangkan saat keluar bukan hanya untung, tetapi juga rasa hormat; apa yang ingin kami tunjukkan bahwa China bukanlah negara yang kuat, tetapi negara yang baik dan indah, dan kami tidak mengekspor kapasitas yang berlebihan tetapi menciptakan nilai baru dan berbeda."
Dalam pidatonya di akhir 2019, Jack Ma juga memperingatkan pengusaha Tiongkok bahwa 2019 akan sangat sulit tetapi kesulitan baru saja dimulai.
Pesaing paling berbahaya untuk bisnis yang sudah mapan bukanlah mereka yang telah Anda hadapi dalam satu atau dua dekade terakhir, tetapi mereka yang belum pernah Anda dengar," tegasnya.
Oleh karena itu, Jack Ma mendesak perusahaan China untuk bergerak cepat meningkatkan bisnisnya dengan teknologi digital.
Sepi pengunjung, Walt Disney pangkas 28.000 pekerja di AS
Walt Disney Co berencana memangkas 28.000 pekerja taman bermainnya di Amerika karena sepinya pengunjung akibat pandemi, terutama di Disneyland California yang hingga kini masih tutup. Mengutip Reuters, Rabu (30/9) dua pertiga karyawannya akan dijadikan pekerja paruh waktu.
Disney memang telah menutup jaringan taman bermainnya secara global saat andemi menyerang. Hingga kini semuanya, kecuali Disneyland telah kembali dibuka, meskipun perusahaan telah membatasi jumlah kunjungan.
"Kami membuat keputusan yang sangat sulit untuk mulai mengurangi pekerja kami pada taman bermain. wahana, pada semua level," kata Chairman unit taman bermain Disney Jos D'Amaro.
Ia bilang telah membatasi kapasitas pengunjung akibat ketakpastian yang ditimbulkan pandemi. Ditambah beberapa negara bagian di AS seperti California juga enggan melonggarkan kebijakan pembatasan sosial membuat Disneyland di sana sulit kembali dibuka.
#dampakcovid #bisnis #waltdisney
Perusahaan ritel mode terbesar kedua dunia ini tutup 250 gerainya
Perusahaan ritel mode terbesar kedua di dunia, H&M di Swedia, berencana untuk menutup 250 gerainya secara global.
Penutupan akan dilakukan tahun depan setelah perusahaan mengatakan pandemi Covid-19 telah menarik lebih banyak pembeli secara online.
Apa yang kami lihat secara umum selama beberapa bulan terakhir dari pandemi adalah perubahan langkah dalam jumlah penjualan yang online. Itu telah mempengaruhi semua bagian industri, tetapi khususnya pakaian dan alas kaki," jelas Analis Richard Lim dari Retail Economics mengatakan kepada BBC.
Ia juga mengatakan, konsumen yang secara fisik mengunjungi toko untuk berbelanja, telah terjadi perpindahan dari High Streets dan pusat perbelanjaan ke arah retail park.
H&M mengatakan, pihaknya sekarang akan mempercepat rencana demi meningkatkan investasi digital untuk mengatasi permintaan online yang terus meningkat.
Perusahaan yang berbasis di Stockholm itu mengatakan telah mengambil "tindakan cepat dan tegas" untuk mengelola dampak virus corona, termasuk perubahan pada pembelian, investasi, sewa, kepegawaian dan pembiayaan.
"Meskipun tantangan masih jauh dari selesai, kami percaya bahwa yang terburuk ada di belakang kami dan kami berada di posisi yang tepat untuk keluar dari krisis dengan lebih kuat," jelas CEO H&M Helena Helmersson.
#h&m #covid #dampakcovid #tutup #ceoSejarah Pizza Hut, kisah Frank & Dan Carney rintis restoran dari pinjam uang ibu
Sejarah Pizza Hut dimulai sejak 1958 silam. Kini, Pizza Hut merupakan perusahaan waralaba piza terbesar di dunia.
Di Indonesia, nama Pizza Hut juga populer. Di tengah pandemi virus corona baru, Pizza Hut menerapkan kebijakan pegawainya berjualan di pinggir jalan untuk menjajakan makanannya.
Sejarah Pizza Hut dimulai ketika pada 1958, dua bersaudara, Frank dan Dan Carney meminjam US$ 600 dari ibu mereka untuk membuka usaha piza di Wichita, Kansas, bersama rekannya John Bender.
Dirangkum dari Encyclopedia.com, kedua bersaudara tersebut lalu menyewa sebuah bangunan kecil di pusat Kota Wichita dan membeli peralatan bekas untuk membuat piza. Mereka pun menamakannya Pizza Hut, karena papan nama yang mereka gunakan hanya memuat delapan huruf.
Pada malam pembukaan, Frank dan Dan Carney membagikan piza untuk menarik minat masyarakat. Setahun kemudian, pada 1959, Pizza Hut didirikan di Kansas, dan Dick Hassur membuka unit waralaba pertama di Topeka, Kansas.
Pada awal 1960-an, Pizza Hut tumbuh dengan kekuatan pemasaran yang agresif. Selanjutnya pada tahun 1966, ketika jumlah unit waralaba Pizza Hut telah bertambah menjadi 145, sebuah kantor pusat didirikan untuk mengkoordinasikan bisnis dari Wichita.
Dua tahun kemudian, franchise Pizza Hut pertama dibuka di Kanada. Ini diikuti dengan pembentukan Asosiasi Pemegang Waralaba Pizza Hut Internasional (IPHFHA).
Hal itu bertujuan untuk memperoleh 40% dari operasi waralaba perusahaan, atau 120 toko, dan menambahkannya ke enam gerai yang sepenuhnya dimiliki oleh Pizza Hut.
Kemudian, pada 1969, logo atap merah seperti saat ini mulai diaplikasikan pada nama Pizza Hut. Lalu, hanya butuh 13 tahun untuk Pizza Hut menjadi restoran piza waralaba nomor satu di dunia.
Pada 1971, dari segi penjualan dan jumlah restoran Pizza Hut unggul dari restoran piza yang lain. Di 1995, Pizza Hut membuat kreasi stuffed crust atau tepian roti yang berisi. Kreasi ini mendongkrak penjualan piza mereka.
Pizza Hut juga menjadi perusahaan pertama yang mengantarkan pizanya ke Space Station, stasiun angkasa internasional. Saat ini, Pizza Hut masih beroperasional dan setiap negara dan memiliki lebih dari 16.000 cabang di lebih dari 100 negara.
Jadi Orang Terkaya di Asia: Mukesh Ambani
Siapa orang terkaya di Asia? Jawabannya bukan pendiri Alibaba Jack Ma atau bos Tencent Ma Huateng. Orang terkaya di Asia adalah Mukesh Ambani, pria berusia 63 tahun dan pemimpin dari grup konglomerasi bisnis di India, Reliance Industries, yang dibangun oleh ayahnya, Dhirubhai Ambani.
Mendiang Ambani adalah taipan bisnis India yang membangun Reliance di Bombay bersama sepupunya pada tahun 1977. Ia juga termasuk satu dari 50 pebisnis terbaik di Asia versi The Sunday Times.
Forbes mencatat pada 2007, total kekayaan keluarga Ambani mencapai US$ 60 miliar Rp 840 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) dan mereka menjadi keluarga terkaya kedua di dunia saat itu. Ambani meninggal dunia pada 6 Juli 2002.
Sang putra, Mukesh Ambani, kini meneruskan lompatan bisnis Reliance yang sebetulnya fokus pada bisnis minyak dan petrokimia.
Mukesh Ambani berhasil menduduki sebagai orang terkaya di Asia hanya dalam 58 hari. Menurut Forbes World Billionaires Maret 2020, harta kekayaan Mukesh Ambani baru US$ 36,8 miliar. Namun kini harta kekayaannya naik menjadi US$ 64,1 miliar atau Rp 897 triliun. Ia kini masuk dalam daftar 10 orang terkaya di dunia.
#MukeshAmbani #terkaya #forbes