Selasa, 18 Oktober 2011

Rahasia KEBERHASILAN

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda
(Dale Carnegie)

Waktu

Waktu tidak diukur dari jumlah tahun yang telah berlalu, tapi oleh apa yang telah dilakukan, apa yang dirasakan, dan apa yang telah dicapai oleh seseorang.
Time was not measured by the passing of the years, but what one does, what one feels, and what one achieves.”
~ Jawaharlal Nehru

Senin, 17 Oktober 2011

Sabtu, 15 Oktober 2011

Karakter PELAYAN Tuhan

Hidup kita susah bukan krn yg kita tdk ketahui, tetapi krn yg kita ketahui tdk kita praktekkan dlm keseharian:

5 hal yg hrs diketahui para pelayan Tuhan;

1. Pelayanan dimulai dari HATI bukan dari kemampuan

2. Pelayanan bukan memperhitungkan apa yg belum saya terima, tetapi apa yg SUDAH SAYA TERIMA

3. Pelayanan yg SETENGAH-SETENGAH tdk merugikan Tuhan, namun merugikan diri kita sendiri (kita tdk akan pernah bisa menyusahkan Tuhan)

4. Makin BERAT pelayanan yg dipercayakan kepada kita, makin besar MAHKOTA yg menanti kita.

5. Ukuran pelayanan bukanlah KEHEBATAN PRESTASI namun KETULUSAN MOTIVASI.

Selamat MelayaniNya Gbu all ..
Sent from my HinoBerry®
powered by HINO GENUINE PART

Rabu, 12 Oktober 2011

Today

Bukan karena hari ini indah maka kita bahagia,tapi karena kita BAHAGIA maka hari ini jadi INDAH....

Bukan karena tak ada rintangan lalu kita optimis,tapi karena kita OPTIMIS maka RINTANGAN seperti tak ada....

Bukan karena mudah terus kita yakin bisa,tapi karena kita YAKIN BISA, semua jadi lebih MUDAH...

Bukan karena semua baik lalu kita tersenyum,tapi karena kita selalu TERSENYUM maka semua jadi BAIK...

Have a blessed Wednesday...

Senin, 10 Oktober 2011

Andrea Bocelli: Setiap orang berharga di mata Tuhan



Andrea Bocelli lahir di Tuscany, Italia, tanggal 22 September 1958, dengan kondisi penglihatan yang buruk. Akhirnya setelah kecelakaan kecil dalam permainan sepak bola, Bocelli kehilangan 100% kemampuannya untuk melihat.

Andrea Bocelli - The Fourth Tenor
...
Namun, kebutaan bukan merupakan penghalang bagi kecintaan Bocelli pada musik klasik. Dengan anugerah suara yang indah, dan talenta musik yang luar biasa, Andrea Bocelli mendedikasikan hidupnya pada musik klasik.

Berbagai usaha dilakukannya untuk meningkatkan kemampuan suara dan permainan piano, saxophone, dan flute. Rasa cinta ini jugalah yang mendorong Andrea Bocelli untuk terus terlibat langsung dalam perkembangan musik klasik baik di Italia maupun di dunia internasional.

Saat Andrea Bocelli lulus dari sekolah hukum di Universitas Pisa di Italia, merasa bahwa rasa cinta yang tinggi pada musik klasik tidaklah cukup. Untuk meraih mimpinya di dunia ini, ia perlu mendapat dukungan orang-orang yang tepat.

Untuk itu, ia mendekati Franco Corelli, salah satu penyanyi klasik papan atas yang juga adalah idolanya, untuk menjadi gurunya dalam olah suara, dan membantunya meniti karir di dunia musik klasik. Selain itu, ia juga bekerja sama dengan berbagai penyanyi klasik di dalam dan luar negeri, seperti Lucianno Pavarotti, Jose Carreras untuk mendorong kiprahnya di dunia musik klasik.

Diva pop dunia seperti Celine Dion juga dirangkul oleh Bocelli dalam berbagai kesempatan pertunjukan panggung bersama. Jaringan yang dibangun oleh Andrea Bocelli di dunia musik klasik, ternyata memberinya manfaat ganda.

Selain hubungan persahabatan, ia juga mendapat banyak kesempatan untuk belajar dari penyanyi dan pemusik papan atas yang bekerja sama dengannya di berbagai kesempatan konser.

Dari mereka Bocelli menggali berbagai informasi dan teknik untuk selalu meningkatkan diri. Selain itu ia juga menyediakan waktu untuk berlatih, baik dalam bentuk pementasan kecil maupun waktu khusus untuk meningkatkan diri.

Kebiasaannya untuk selalu mengasah kemampuannya membuahkan sukses besar bagi semua album yang telah dirilisnya. Para kritisi pun mendudukkannya sejajar dengan Luciano Pavarotti, Jose Carreras, Placido Dominggu (The Three Tenors). Ia pun mendapat julukan penyanyi Tenor Keempat Dunia (The Fourth Tenor).

Dalam kehidupan, betapa sering kita meratapi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri.

Kita seolah tak ubahnya sekumpulan ketaksempurnaan yang membawa kita pada kesimpulan sendiri bahwa kita tak berarti dibanding orang lain. Terlalu sering kita hanya melihat apa yang tiada dalam diri kita, sementara kekuatan yang ada seolah hilang tersaput kabut pagi hari. Namun apa yang kita lihat dari seorang Andrea Bocelli (51 tahun)?

Dalam kegelapan pandangan matanya, bersinar cahaya kehidupan. Dari ketinggian pegunungan Toscana, Italia, sinar itu berpendar jauh ke sudut-sudut bumi. Dengarlah nyanyiannya, dan temukanlah kebeningan hatinya.

Celino Dion bahkan berkata: "Jika Tuhan memiliki suara, pastilah suaranya seperti suara Andrea Bocelli."

Kebutaan, kegelapan, ternyata tidak menghalangi Andrea untuk menggali dan mempersembahkan talenta yang diberi Tuhan baginya. Sekeping talenta, suara itu, cukup untuk membawanya menjelajahi bumi ini untuk bertemu, berbagi dan berkomunikasi dengan orang-orang di negeri asing. Senandung sebagai sarana untuk membagikan perasaan dari hati dan jiwanya.

Andrea, seperti halnya musisi besar yang senasib dengannya, telah memberi kita sebuah kesadaran bahwa kekurangan bukanlah kata akhir. Soalnya, kata Anthony Robbins, bukan apa yang terjadi dengan diri anda, tapi apa sikap anda dengan kejadian tersebut.

Barangkali inilah saatnya bagi kita untuk mendata segenap kemampuan kita dan melupakan apa saja yang menjadi kelemahan kita. Kekuatan kita, biarlah menjadi modal bagi kita untuk maju dan memberikan sesuatu bagi dunia dalam kehidupan yang singkat ini. Sementara kelemahan, biarlah itu menjadi cermin untuk membuat kita tetap rendah hati dan hormat kepada sesama.

Sabtu, 08 Oktober 2011