Senin, 21 Februari 2011

Selamatkan Kehidupan Petani yang Tak Teperhatikan


Tak banyak yang memberi perhatian terhadap nasib keluarga petani,tak terkecuali di negara sekelas Amerika Serikat (AS).Bill Gross adalah sedikit orang yang bersedia menyingsingkan lengan untuk membantu mereka.

KEHIDUPAN petani dan keluarganya di Ellendale, North Dakota, AS bisa dibilang masih menyedihkan dan luput dari perhatian pemerintah setempat.Ketika mereka terkena masalah bencana alam atau saat menderita penyakit berat dan cedera saat bertani, tak banyak bantuan yang bisa diharapkan. Misalnya yang dialami Richard Olson. Ia harus rela kehilangan kakinya setelah sebuah mesin pertanian mengenai kakinya dan memaksanya meninggalkan pekerjaannya karena tidak sanggup menanam kedelai dan jagung di lahan pertanian seluas 2.500 hektare.

Insiden kecelakaan itu pun menjadi akhir nasib pertanian keluarganya. Pengalaman pahit yang dirasakan Olson ini menginspirasi Bill Gross untuk mendirikan sebuah yayasan nirlaba yang dapat membantu semua masalah petani dan keluarganya, Farm Rescue. Gross pun tak tanggung-tanggung merogoh koceknya hingga UD20.000 atau Rp177,8 juta dan memberikan waktu hingga 5.000 jam atau lebih semenjak Farm Rescue, yayasan yang didirikannya,berdiri pada 2006.

”Suatu hari saya terbang dengan pesawat Boeing 747 dan hari berikutnya saya bekerja di sini membantu keluarga petani-petani di perdesaan AS. Ini sangat berbeda, tetapi itu memberi saya banyak sukacita karena bisa membantu keluarga yang membutuhkan bantuan,”paparnya. Melalui Farm Rescue, Gross yang juga bekerja sebagai pilot berharap membantu buruh tani melalui masa tanam dan musim panen.

Melalui yayasannya ini, Gross, 41, dan sukarelawan yang bergabung di dalamnya membantu para petani yang telah menderita penyakit berat, cedera, atau bencana alam yang selama ini menjadi pemicu yang dapat mengakhiri penghidupan petani. Menurut Departemen Pertanian AS, jumlah petani di Amerika mengalami penurunan sebesar 67% sejak 1910. Dibesarkan di sebuah peternakan keluarga di North Dakota, Gross memang merasakan betapa kondisi pertanian begitu banyak berubah, termasuk solidaritas yang terbangun di antara mereka.

”Bertahun-tahun lalu, ketika terjadi kecelakaan atau cedera, tetangga biasanya akan datang dan membantu satu sama lain.Saat ini, peternakan keluarga dan anakanak yang bekerja di peternakan lebih sedikit dan ini membuat tetangga tidak lagi mudah membantu sesama tetangga satu sama lain,”terangnya. Bantuan apa saja yang diberikan? Tentu bantuan uang sangat dibutuhkan petani.Namun ada yang lebih penting dari itu, yakni pendampingan dan motivasi. Sebaliknya, Farm Rescue tidak meminta imbalan apa pun dari petani.

”Kami semua bangga dengan apa yang kami lakukan. Kami semua bangga dengan kemandirian yang kami miliki dan kami ingin melakukan sesuatu hal dengan tangan kami sendiri, tetapi kami tidak bisa selalu melakukan hal itu sendiri,”kata Olson. Olson mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Farm Rescue dan mengatakan dia tidak tahu apa yang akan dilakukan tanpa bantuan Farm Rescue.

”Saya mengatakan kepada istri saya pada saat bahwa kita mungkin harus sewa tanah atau sesuatu.Tidakdiragukanlagibahwa kami tidak bisa melakukannya sendiri,”kata Olson. Sejak 2006,Farm Rescue telah membantu 59 petani seperti Olson agar bisa menjaga tanah mereka. Dan Gross berencana untuk membantu lebih banyak petani.

”Pada akhir tahun, saya merasa cukup yakin bahwa jumlah total peternakan keluarga yang kami bantu sejak awal telah berjumlah hingga 63 peternakan. Dan tujuan kami pada 2009 adalah untuk mencapai total 100 keluarga petani.Sebagian besar kasus kami adalah kisah sukses di mana kami mampu membantu keluarga petani keluar dari masalah dan tahun depan mereka mampu melakukannya sendiri,” terangnya. (CNN/susi) 

Tidak ada komentar: