Rabu, 08 Juli 2015

DI JALANKU KU DIIRING oleh Fanny J Crosby

Lagu:  DI JALANKU KU DIIRING

Syair lagu :     Di jalanku ku diiring oleh Yesus Tuhanku

                        Apa kah yang kurang lagi,jika Dia pandu ku?

                        Diberi damai sorgawi ,asal iman ku teguh

                        Suka duka di pakai NYA untuk kebaikan ku

                       Suka duka di pakai NYA untuk kebaikan ku

Pencipta lagu : Fanny J. Crosby

Latar  pencipta belakang lagu tersebut :

Lagu ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah atas jawaban doa. Suatu hari, pengarang lagu ini , Fanny J. Crosby. sangat membutuhkan 5 dolar dan Fanny tidak tahu dari mana ia akan mendapatkan uang sejumlah 5 dolar. Seperti biasanya, lalu Fanny berdoa menyampaikan permasalahan itu kepada Tuhan Yesus . Hanya dalam beberapa menit, seorang asing muncul di depan pintu rumah  Fanny dengan membawa sejumlah uang yang tepat seperti yang Fanny butuhkan. "Fanny tidak mengerti mengapa  tentang hal ini terjadi, kecuali hanya mempercayai bahwa Tuhan sudah menjawab doa Fanny dengan mendorong kebaikan hati orang itu", demikian begitu  Fanny menuliskan pengalamannya. Fanny melanjutkan, "Tetapi yang muncul dalam pikiran Fanny setelah kejadian itu adalah Tuhan memimpin Fanny dengan cara yang begitu indah. Fanny membuat puisi dari pengalaman tersebut dan Dr Robert Lowry membuatkan musiknya". Lagu ini pertama kalinya muncul dalam kumpulan lagu-lagu Sekolah Minggu dengan judul "Brightest and Best" yang dikumpulkan oleh   William H .Doane.  

 

 

Kamis, 11 Juni 2015

Sukses dari ide

Di salah satu perusahaan kosmetik, suatu saat mendapat keluhan dari seorang pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli sabun yang ternyata kosong. Dengan segera, para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas memindahkan semua kotak sabun yang telah di pak ke depatermen pengiriman.
 
Manajemen meminta para teknisi utk memecahkan masalah tersebut dan dengan segera para teknisi bekerja keras utk membuat mesin sinar X dgn monitor resolusi tinggi yg dioperasikan oleh 2 orang utk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut. Kedua orang tersebut ditugaskan untuk memastikan bahwa kotak sabun yang lewat tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dgn cepat, dan biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit.
Akan tetapi, pada saat yang sama ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama pula. Dia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit. Dia muncul dengan solusi yang berbeda. Hanya dengan membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Kemudian kipas itu dinyalakan, sehingga meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.
 
Sepertinya hal-hal diatas dianggap sebagai sesuatu yang mustahil, akan tetapi ternyata justru hal-hal kecil yang berangkat dari pemikiran sederhana itu menghasilkan sebuah pekerjaan yang optimal. Jadi mari berkreasi dengan berpikir sederhana namun efeknya luar biasa.

Bagi anda yg lagi berjuang 'menjemput' kemuliaan, sangat mungkin solusinya sangat sederhana, hanya selama ini 'tertutup' idealis & 'mimpi2' indah...

Sukses dari ide


Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot mereka ke luar angkasa mereka menemukan bahwa ternyata pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol karena tinta pulpen tersebut tidak akan mengalir ke mata pena.
 
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu lebih dari satu dekade dan biaya sebanyak 12 juta dolar, untuk mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan ekstrim seperti gravitasi nol, terbalik dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal, dan dalam derajat temperatur, mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat celcius.
 
Dan apakah yang dilakukan para kosmonot Rusia? Mereka hanya menggunakan pensil!! Sebuah pemikiran yang mudah dan murah meriah untuk memecahkan sebuah masalah yang dianggap rumit dan sulit.
 

Sukses dari ide

Pada suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa bahwa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar utk memecahkan masalah tersebut.
 
Pakar I menyarankan agar menambah sejumlah lift, sedangkan Pakar II meminta pemilik untuk mengganti lift dengan yang lebih cepat dengan asumsi bahwa semakin cepat lift, orang yang terlayani akan banyak. Kedua saran tersebut tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
 
Namun, Pakar III hanya menyarankan satu hal bahwa inti dari komplain pelanggan adalah mereka merasa menunggu terlalu lama. Maka disarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan sebuah kaca cermin yang cukup besar di depan lift, supaya perhatian para pelanggan teralihkan dari pekerjaan "menunggu" , dengan harapan akan beraktivitas didepan cermin sehingga meraka agar merasa "tidak menunggu lift". Dan ternyata… berhasil ide tersebut berhasil.
 
 
 

Rabu, 10 Juni 2015

Sukses....

Practice, mistakes and adjustments to the battlefield is what builds success.



Sent from Samsung Mobile.

Selasa, 26 Mei 2015

Cinta dan Waktu

Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan. Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang lain, tinggal di pulau ini.

Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.

Beberapa hari kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah kapal besar.

Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas, perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya: "Kesombongan, tolong bantu saya! "


Kesombongan berkata: "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan mengotori kapal saya yang indah. "

Ketika Kesedihan lewat, Cinta meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.

Ketika Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil: "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya." Dia adalah seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka sampai di darat, orang tua itu telah pergi.

Cinta sangat berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu," Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu berkehendak untuk menolong saya?"

Pengetahuan tersenyum: "Itu karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya Cinta itu".

 

Pollyana Chu, Wanita Sukses yang Tidak Pernah Berhenti Belajar


 
Pollyana Chu adalah wanita asal Hong Kong yang menjadi salah satu orang terkaya di Hong Kong. Pollyana merupakan pemilik dari perusahaan finansial Kingston Financial. Dia dulunya merupakan pebisnis real estate, kemudian beralih ke hotel dan akhirnya sekarang berpindah ke saham dan finansial. Kata-kata yang terkenal dari Pollyanna adalah, "Saya adalah seorang relationship officer satu-satunya yang tidak pernah berhenti belajar".
 

Besar di Hong Kong dan lulusan Amerika Serikat

Pollyana lahir di Hong Kong, tidak banyak diketahui bagaimana masa kecil dari pendidikan Pollyana sewaktu di Hong Kong. Pollyana lahir di keluarga yang berkecukupan, kemudian pada umur 18 tahun dia melanjutkan studinya di Amerika Serikat. Disana dia belajar banyak tentang keuangan dan saham. Lalu Pollyana Chu bertemu dengan Nicholas, seorang pebisnis asal Amerika Serikat. Kemudian mereka menikah dan mulai berbisnis. Pollyanna dan Nicholas mulai berbisnis properti, tidak lama kemudian mereka memasuki bisnis real estate.
 

Punya passion di finansial dan kembali ke Hong Kong

Sebenarnya Pollyanna tidak mempunyai passion yang tinggi untuk berbisnis properti ataupun real estate. Tetapi karena keinginan suami, Pollyanna kemudian belajar bisnis tersebut. Pollyanna mempunyai cita-cita mempunyai perusahaan finansial sendiri di Amerika Serikat. Tetapi karena iklim bisnis di Amerika Serikat tidak begitu baik, akhirnya dia memutuskan untuk kembali di Hong Kong. Di Hong Kong, dia mulai membuka perusahaan finansial.
Karena merasa passionnya adalah di finansial, dia sangat bekerja keras. Pollyanna mengatakan bahwa kunci dari berbisnis finansial adalah sabar dan tekun. Dia mengatakan pada waktu membuat bisnisnya tersebut, dia harus mendatangi satu per satu perusahaan yang menjadi pelanggannya.
"Pada bisnis finansial, yang terpenting adalah bagaimana kita melayani para pelanggan kita. Kita harus menemukan pelanggan butuhkan dan menyediakan apa yang mereka butuhkan"
Pollyanna sangat gila kerja, dia membuka Kingston Financial pada tahun 1992, tetapi sampai sekarang Pollyanna masih sering turun sendiri untuk memberkan konsultasi keuangan kepada para pelanggannya.
"Pada awalnya saya tidak tahu apa-apa soal finansial, saya banyak belajar langsung dari lapangan. Dan sampai sekarang saya tidak pernah berhenti belajar"

Mempunyai tim yang kuat adalah salah satu faktor kesuksesan

Pollyanna menceritakan, usahanya tidak akan sebesar ini jika tidak memiliki tim yang kuat. Dia membeberkan, perusahaan yang kuat harus memiliki tim yang kuat juga.
Itulah yang bisa Anda ambil inspirasi tentang bagaimana Pollyanna yang tidak berhenti belajar.