Sabtu, 13 September 2014

5 Kebiasaan yang Ubah Petani Ini Jadi Miliarder Dunia


Harry Stine

Harry Stine, namanya mungkin tidak setenar aktor Hollywood, tapi pria yang satu ini sangat terkenal di dunia pertanian. Bagaimana tidak, berawal dari kehidupan sederhana sebagai petani, Stine kini mampu mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia.

Mengutip laman Money Fool, dari lahan pertaniannya, Stine mampu menjadi pria terkaya di Iowa, Amerika Serikat. Meski hanya seorang petani, tapi Stine bekerja dengan prinsip hidup dan kebiasaan-kebiasaan yang tak pernah dia langgar dalam mengembangkan bisnis di sektor pertanian.

Stine kini telah memiliki perusahaan pribadi bernama Stine Seeds yang bergerak dalam pengembangan bibit-bibit unggul. Bibit unggul hasil penelitiannya bahkan dapat menghasilkan kedelai dan jagung terbaik di dunia.

Miliarder dengan harta US$ 3 miliar ini memiliki nama yang sangat kuat di bidang pengetahuan dan pertanian. Apa rahasia Stine hingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia?

Berikut lima kebiasaan sederhana yang secara aktif dilakukan Stine hingga mampu mengubahnya dari petani menjadi miliarder:

1. Belajar

Menambah pengetahuan merupakan hal yang rutin dilakukan Stine. Selain pakar di bidang pertanian, dia juga aktif mengikuti kelas bisnis dan hukum di tempatnya.

Dengan begitu, miliarder asal Iowa ini mampu memahami kontrak kerja dan hak paten atas sejumlah produknya.

Penggunaan hak cipta juga membuat para petani tak bisa menggunakan bibit andalan Stine. Pada 1994, Stine Seed menjadi perusahaan AS pertama yang menerima hak cipta atas varietas kedelainya.

2. Bangun pagi

Bangun pagi dan tidur larut malam dapat membuat Anda kaya, sehat dan bijak. Itu yang diyakini Stine dan telah lama menjadi kebiasaannya.

Kebiasaan bangun pagi memang dapat membantu Anda menjadi lebih disiplin. Kebiasaan itu memang dilakukan Stine yang sejak masih muda telah bekerja 12 jam per hari.

3. Tak malu bertanya

Saat ditanya tentang sosok Harry Stine, Direktur Marketing Stine Seed mengatakan pria lansia itu sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu.

Karena itu, dia tak pernah malu bertanya. Kebiasaan ini juga yang membantunya berhasil mendirikan Stine Seed.

4. Tak malu meminta bantuan

Sayangnya, rasa ingi tahu saja tak cukup untuk membuat pekerjaan selesai. Langkah berikutnya adalah dengan mencari jawaban. Tak heran, Stine tak pernah malu meminta orang membantunya mencari solusi atau memberikan pengetahuan baru padanya.

Dia bahkan pernah meminta bantuan sejumlah ahli di Iowa University guna membantunya mengembangkan bibit unggulan.

5. Menggunakan modal secara efektif

Saat ditanya apa yang dapat membuat bisnisnya sukses, Stine mengatakan, penggunaan modal secara efektif. Dia juga tak pernah lupa memberikan bonus pada karyawan karena dapat membuat para pekerja gembira dan lebih semangat bekerja.

Pria berusia lanjut ini juga tak pernah lupa menabung uang serta fokus pada investasi berlaba tinggi.(Sis/Gdn)


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melaluisimulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

Credits: Arthur Gideon


Jumat, 05 September 2014

Motivasi: Dale Carnegie

Bangunlah kesuksesan dari sebuah kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju kesuksesan - Dale Carnegie

Selasa, 02 September 2014

Pilot Termuda Ini Keliling Dunia Seorang Diri : Matt Guthmiller


Di usia 17 tahun sudah punya lisensi pilot.

Di saat kebanyakan remaja di dunia belajar menyetir mobil, remaja berusia 19 tahun bernama Matt Guthmiller memilih untuk belajar menerbangkan pesawat.

Ya, ia belum lama ini baru saja dinobatkan menjadi pilot termuda yang pernah mengeliling dunia dan melakukan seorang diri menurut laporan CBS News.

Remaja asal South Dakota itu terbang sejauh 30 ribu mil dan sempat berhenti sebanyak 23 kali di 15 negara. Ia kemudian dianggap layaknya bintang rock karena telah memecahkan rekor penerbangan.

"Banyak yang mengatakan itu terlalu berisiko atau menyebut saya anak ingusan kaya raya yang melakukan hal ini untuk bersenang-senang," ujar Guthmiller.

Ia juga mengatakan tidak begitu mempedulikan apa kata orang mengenai keputusannya untuk keliling dunia seorang diri dengan menerbangkan pesawat di usia yang terbilang sangat muda.

"Tentu saja itu sangat menyenangkan dan saya telah mendapatkan pengalaman yang seru, namun itu juga membutuhkan kerja keras. Saya harap apa yang saya lakukan mampu menginspirasi orang lain untuk pergi keluar dan melakukan hal-hal besar," ucap dia.

Pertama kali Guthmiller ingin menjadi pilot adalah saat sedang bersantap bersama kedua orangtuanya di bandara. Ia kemudian memaksa ayah ibunya untuk ikut kelas penerbangan.

"Mereka setuju untuk melakukan 20 menit penerbangan intro dengan biaya US20. Saya rasa saat itu mereka mengira saya akan mengakhirinya," ujarnya.

Tentu saja itu bukan akhir dari pelajaran penerbangannya. Guthmiller kemudian berhasil melakukan kesepakatan dengan pihak bandara untuk menghabiskan waktu lebih banyak di kokpit pesawat.

Di usia 17 tahun ia pun telah mendapatkan lisensi pilot dan dua tahun kemudian menyewa pesawat Beechcraft mesin tunggal untuk melakukan penerbangan solo keliling dunia. Hebatnya lagi, mahasiswa MIT itu melakukan perbaikan pesawat dan mengatur kalkulasi penggunaan bahan bakar sendiri.

Untuk ke depannya, Guthmiller mengatakan akan terus melakukan hal-hal luar biasa untuk menginspirasi banyak orang.


Dari Kawasan Kumuh, Pria Ini Sukses Berwirausaha

Baru-baru ini, Mark Pearson, menjual MyVoucherCodes.com, situs yang menjual berbagai tiket perjalanan dengan harga murah, dengan harga US$100 juta.

Dengan menjual bisnisnya itu, seharusnya Pearson bisa bersenang-senang menikmati uang penjualannya itu. Tapi, itu sama sekali tak dilakukan. Menurutnya, dia bukan orang yang bisa dengan mudah melakukan pemborosan.

Dilansir Forbes, Senin 1 September 2014, Pearson bersedia menceritakan kisah suksesnya menjadi entrepreneuryang benar-benar ia lakukan dari nol. Dengan menjadi wirausaha, dia berhasil keluar dari kemiskinan yang menjeratnya. 

Melalui ceritanya ini, Pearson berharap menjadi semangat generasi muda yang ingin memulai bisnisnya. 

Saat berusia 10 tahun, Pearson hidup bersama ibu, adik dan ayah tiri yang sangat galak. Puncaknya, saat Natal di rumahnya, di kawasan kumuh yang terletak di Liverpool. Pertengkaran ayah dan ibunya, yang ia sendiri tak tahu sebabnya, ayah tirinya itu melakukan kekerasan ke ibu, dia, dan adiknya.

Polisi berhasil menyelamatkannya. Sejak itu, ia, adik, dan ibunya lebih memilih hidup di tempat penampungan perempuan. Melihat itu semua, timbul semangat dalam dirinya untuk bekerja keras dan membahagiakan ibu dan adiknya.

Saat berusia 16 tahun, Pearson berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi memasak nasional. Saat berusia 18 tahun, dia ditawari pekerjaan di Claridge, hotel dan restoran bergengsi di London. Dia pun pindah dari Liverpool.

Berapa lama kerja di restoran hotel itu, Pearson kemudian ingin mendirikan restoran sendiri. Bermodal pinjaman, ia pun membuka kedai makanan. Usahanya makanannya pun laris. 

Saat berusia 23 tahun, dia ingin memiliki penghasilan yang lebih besar lagi. Iapun memutuskan untuk keluar di bisnis makanan dan beralih ke bisnis digital, bisnis yang benar-benar baru baginya.

"Saya sama sekali tidak memiliki pemahaman mengenai Internet," ungkapnya.

Dia kemudian memutuskan untuk menjual mawar segar dengan harga murah secara online. Usahanya berhasil, ia, adik dan ibunya harus bekerja siang dan malam untuk memenuhi permintaan mawar yang terus bertambah.

Melihat perkembangan itu, ia pun ingin berpindah ke bisnis e-commerce. Ia lalu membuat MyVoucherCodes.com yang menawarkan berbagai tiket perjalanan dengan harga murah, yang belum lama ini dijual. 

Pada 2006, dia juga membentuk MarkCoMedia dan dan memiliki beberapa investasi di lain. Pearson membeli situs Last Minute Tickets, perusahaan jasa tiket, seharga 1 juta euro dan membeli saingannya VouChaCha seharga 6 juta euro.

Pada Juni tahun ini, MarkCoMedia telah menyediakan layanan yang bekerja sama dengan 350 bank dan berbagai layanan perusahaan, serta pelanggan seluler seperti Telefonica, Samsung, PCCW Mobile, TurkCell, dan BlackBerry.

Perusahaan itu tumbuh dengan pesat, dari sebelumnya hanya memiliki 20 karyawan, saat ini menjadi 85 orang.

Satu hal yang ingin dia bagi adalah saat Anda memilih memulai bisnis untuk pertama kalinya, Anda harus fokus, dan tidak berkonsentrasi pada hal lain.   

Saat ini Pearson lebih memilih untuk menggeluti situs pemasaran serta menghabiskan banyak waktunya dengan istri dan anak kembarnya yang baru berusia dua tahun.

Rabu, 27 Agustus 2014

Champion

A champion shows who he when he's tested. When a person gets up & says. "I can still do it," He's a CHAMPION. -Evander Holyfield

Minggu, 24 Agustus 2014

Milyarder Muda : Alejandro Santo Domingo Davila Davila

Alejandro Santo Domingo 
Davila, 37 tahun, memiliki total kekayaan mencapai 12,9 miliar dollar AS. Ia sebagian besar mewarisi kekayaan saat ayahnya, seorang konglomerat bir, wafat. 

Menurut Forbes, Davila adalah wajah baru keluarga terkaya Kolombia. Ia merupakan lulusan Harvard University dan memiliki perusahaan bir besar SABMiller, yang merupakan perusahaan bir terbesar kedua dunia. 
=============•==

About Alejandro Santo Domingo Davila

Colombian-American financier, Alejandro Santo Domingo Davila has an estimated net worth of $12.9 billion as of August 2014 according to Forbes rich list. He is the son of Julio Mario Santo Domingo and Beatriz Dávila, and the half-brother of Julio Mario Santo Domingo, Jr. Alejandro Santo Domingo Davila is the richest new billionaire in the world at age 35, who became the face of his father's Santo Domingo Group after tthe 87-year-old Julio Mario Santo Domingo Pumarejo died in October 2011. It is a role for which Alejandro, a managing director at Quadrant Capital Advisors, a New York-based investment advisory firm, has been groomed for many years.

He currently serves on the Board of Directors of Colombia's Endeavor, an international non-profit development organization that finds and supports high-impact entrepreneurs in emerging markets and is member of the Latin America Conservation Council of The Nature Conservancy.

Kiat Ignasius Jonan Lakukan Transformasi di PT KAI

Ignasius Jonan 

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terus menjadi buah bibir terkait pengembangan dan perbaikan transportasi publik di Indonesia. Beberapa pencapaian dan transformasi yang dilakukan oleh PT KAI sering menjadi bahan kajian atau studi kasus di berbagai kelas pendidikan bisnis. 

Dalam  kesempatan tersebut, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan hadir untuk berbagi pengalaman dan insight seputar transformasi PT KAI di bawah kepemimpinannya, khususnya terkait dengan permasalahan pemasaran dan keuangan. 

Bagi pria kelahiran Singapura pada tahun 1963 ini, seorang pemasar sebaiknya memahami masalah keuangan. Menurutnya, pemasaran dan keuangan sangat berkaitan dalam kemajuan sebuah perusahaan atau organisasi. "Ketika melakukan aktivitas pemasaran, pastikan harus ada nilai tambah untuk institusi tersebut, baik berupa peningkatan hasil keuangan atau value addedyang lain," kata Jonan.  

Jonan menambahkan langkah pertama transformasi di dalam PT KAI dilakukan dengan cara mengubah pola pikir para pegawainya lebih dahulu. Salah satunya, mengubah pola pikir dari product oriented menjadicustomer oriented. Para pengguna kereta api harus diperlakukan layaknya pelanggan perusahaan. 

Upaya Jonan pun membuahkan hasil. Pelayanan KAI saat ini mulai mengedepankan pendekatan pelayanan kepada  pelanggan. Jonan secara perlahan membangun kembali budaya perusahaan layanan transportasi yang mengutamakan kenyamanan, kebersihan, maupun ketepatan waktu. 

Selain itu, Jonan juga mengajak seluruh timnya untuk sadar akan kompetisi. Dengan menyadari kompetisi ini, harapannya KAI bisa secara kontinu melakukan perbaikan dan inovasi agar tidak kalah dengan pesaingnya. 

"Jangan pernah merasa tidak memiliki kompetitor. KAI sendiri memiliki banyak kompetitor. Untuk jarak pendek, misalnya, Metromini itu saingan kami. Untuk jarak jauh, ada bus maupun penerbangan low cost carrier. Jadi, jangan kira PT KAI tidak punya kompetitor," kata Jonan. 

Jonan menambahkan semua layanan publik tidak boleh memiliki sistem kelas. Semua pelanggan, bagi Jonan, harus dilayani dengan baik tanpa pandang bulu. Tak heran, dalam hal ini, Jonan berani menghapus segmen kelas dalamcommuter line, di samping menerapkan sistem tarif progresif dan pemakaian tiket digital. Jonan menegaskan keputusan penerapan tiket digital di commuter linemerupakan keputusan strategik dan bukan keputusan pemasaran. 

Pada intinya, bagi Jonan, seorang pemasar harus mampu memahami kebutuhan pelanggannya, strategi pemasaran, dan tentunya pentingnya memahami keuangan perusahaan.