Minggu, 05 Oktober 2014

Sabtu, 04 Oktober 2014

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan


John Coudwell adalah salah satu miliarder di Inggris dengan jumlah kekayaan mencapai 2 miliar euro. Tak hanya itu, ia juga memiliki dua rumah mewah yang sangat luas, kapal pesiar mewah, helikopter, dan koleksi mobil-mobil mewah.

Dilansir Daily Mail, Jumat 3 Oktober 2014, Caudwell dikenal sebagai raja produsen ponsel. Dia pendiri Phones 4U. Saat berjaya, dia sangat menikmati kemewahan dan kelimpahan harta yang makin bertambah. Tapi demi itu, dia juga harus bekerja keras.

"Hal favorit yang sering saya lakukan adalah datang ke London dari rumah saya di Staffordshire dengan helikopter pribadi," ujarnya.

Rumah mewahnya di Staffordshire ditaksir memiliki harga 10 juta euro, sementara rumah yang di London seharga 85 juta euro.

Gaya hidup mewah dan berkelimpahan harta mungkin membuat sebagian orang merasa iri dan ingin sepertinya. Tetapi, ada duka di balik pintu rumahnya yang berlapis emas.

Baru-baru ini terungkap, bahwa anak tertua Caudwell dari mantan istrinya Kathryn McFarlane, Rufus, yang baru berusia 19 tahun menderita agorafobia, ketakutan saat berada di tempat di mana bantuan tidak tersedia. Penderita agorafobia selalu merasa takut di kerumunan dan lebih memilih untuk menyendiri.

Penyakit itu menyebabkan anak lelakinya menghabiskan sebagian besar hidupnya terbatas di kamar tidur, ia tidak pernah meninggalkan rumah.

Sementara itu, pekan ini, Caudwell dengan Claire Johnson, teman hidupnya selama 15 tahun memutuskan untuk berpisah. Saat ini, mereka hanya mengkhawatirkan Jacobi, anak mereka yang berusia 10 tahun.

"Kami telah melewati pembicaraan yang menyakitkan dan sampai pada titik di mana kami memilih untuk berpisah. Ini solusi yang lebih baik, dibanding tetap hidup berama-sama," ujarnya.

"Jacobi, anak kami, memang menjadi fokus perhatian kami, kami sangat khawatir dia akan berdampak dengan perpisahan ini. Yang saat ini bisa kami lakukan adalah meyakinkan dia bahwa dia memiliki orang tua yang sangat mencintainya," ungkapnya.

Situasi lain yang menjadi fokusnya adalah perkembangan Rufus yang menderita agorafobia. Menurutnya, sudah 8,5 tahun Rufus berjuang mati-matian untuk menghadapi penyakitnya yang semakin parah.

"Melihat penderitaan anak yang kita cintai setiap hari, itu sangat menyakitkan. Dia telah berjuang 8,5 tahun melawan penyakit itu, dan kami telah mengupayakan pengobatan yang terbaik di berbagai negara," paparnya.

"Sebelumnya dia sangat tampan, anak yang sangat berbakat. Saya sangat sedih melihat kondisinya. Dia dikelilingi banyak orang yang mencintainya, tapi cinta itu tak bisa menyembuhkan depresinya. Kalau saja itu bisa," katanya sembari menangis.

"Mungkin saya orang pertama yang mengatakan bahwa kekurangan uang memang bisa menyebabkan penderitaan. Tetapi, yang lebih penting, uang tidak bisa membeli kebahagiaan," imbuhnya.

"Saat Anda merasakan apa yang saya alami saat ini, Anda pasti akan mengatakan hal yang sama. Uang tidak mampu menjadi solusi permasalahan Anda, uang tidak bisa mengubah ketdakberdayaan Anda saat melihat darah daging Anda berjuang melawan penyakitnya," katanya.

"Yang benar-benar penting pada akhirnya adalah kesehatan. Jika Anda tidak memiliki itu, maka semua uang yang ada di dunia ini sekalipun tidak akan pernah membuat Anda bahagia," katanya.


Selasa, 23 September 2014

Peran orang dibalik kesuksesan Bill Gates


Bill Gates

Siapa tak kenal dengan Bill Gates, miliarder terkaya duniayang juga populer sebagai pendiri Microsoft. Tapi tahukah Anda siapa orang yang paling berjasa membantu Bill Gates hingga menjadi super kaya seperti sekarang?.

Anda pasti belum pernah mendengar nama Michael Larson, pria yang selama puluhan tahun menjadi orang paling berjasa bagi Gates dalam mengumpulkan seluruh hartanya.

Gates merekrut Larson 20 tahun lalu saat jumlah kekayaannya masih berjumlah US$ 5 miliar saja. Kini, Bill Gates memiliki total harta yang melimpah luar biasa hingga mencapai US$ 81,6 miliar dan terus meningkat setiap tahunnya.

Larson menjalankan perusahaan investasi swasta milik Gates bernama Cascade Investment LLC yang seutuhnya didirikan pendiri Microsoft tersebut.

Pada saat mendirikan Cascade, sumber kekayaan Gates hanya berasal dari Microsoft. Tapi beberapa tahun kemudian, dia menjual sebagian besar sahamnya di Microsoft.

Meskipun Gates membuat investasinya sendiri di bidang teknologi, tapi Larson melalui Cascade merupakan pria yang mengelola seluruh harta Gates dan mendiversifikasikannya.

Gates kini memiliki sejumlah investasi yang tersebar di bidang properti hingga beberapa perusahaan non-teknologi seperti Canadian National Railway Co., AutoNation Inc., dan Republic Services Inc.

Seluruh investasi tersebut yang kemudian membantu Gates menemukan dana untuk aksi amalnya. Berkat Larson, Gates kini berhasil menjadi lebih kaya dalam waktu yang leih cepat bahkan dengan berbagai donasi yang digelontorkan sebesar US$ 38 miliar.

Hartanya meningkat hampir US$ 6 miliar hanya dalam waktu enam bulan sejak Maret 2014. Pada Februari tahun ini, Gates bahkan merayakan hubungan kerjasamanya dengan Larson yang telah berusia 20 tahun.

Dalam pesta tersebut, Gates memberitahu para tamu bahwa dirinya sangat mempercayai Larson. Artinya, pria tersebut menginvestasikan uang Gates, membeli dan menjual saham dengan kuasa penuh.

Saking besarnya jasa Larson pada Gates soal investasi, dia diberi gelar sebagai `Gateskeeper`. Larson dikenal memiliki sejumlah trik hebat untuk menjaga nama Bill Gates dan Cascade dalam sejumlah investasinya.

Dia juga memiliki trik bisnis hebat hingga banyak orang tak mengetahui bahwa Gates, melalui Cascade, memiliki saham di hotel mewah Four Seasons. Meski memiliki otoritas besar atas keuangan Gates, tapi dia tidak pernah boros dalam mengeluarkan harta bosnya.

Para pegawai Cascade yang diketahui sekitar 100 orang tidak diizinkan untuk menginap di Four Seasons dalam perjalanan bisnis. Bahkan jika bisnisnya mengenai Four Seasons, hal tersebut tetap tidak diperbolehkan.

Para pegawai tetap harus memilih penginapan yang harganya lebih murah. Begitulah, berkat bantuan Larson, Bill Gates akhirnya dapat menjadi miliarder terkaya dunia. 


Jack Ma `Alibaba`, Ditolak Kerja Takdirnya Malah Jadi Miliarder

From Zero to Hero. Ungkapan tersebut tampak jelas berada pada sosok CEO Alibaba Group Jack Ma yang kini telah menjadi orang terkaya di China dan berada di posisi ke-23 jajaran miliarder dunia. Sebelum sukses seperti sekarang, pria yang baru berulangtahun ke-50 ini ternyata pernah puluhan kali ditolak kerja.

Lucunya, dia pernah melamar kerja di KFC, dari total 24 pelamar, hanya Jack yang tidak diterima. Sementara 23 pelamar lainnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan cepat saji tersebut.

Sebagai pria muda, dia pernah melamar pekerjaan di 30 perusahaan dan selalu ditolak. Dia tak pernah mendapatkan pekerjaan apapun dari 30 perusahaan yang dilamarnya.

Akhirnya, dia memutuskan menjadi guru bahasa Inggris di Hangzhou Electronics Technology College. Meski merupakan penduduk China, Jack justru menemukan mimpi besarnya di AS.

Mimpi tersebut juga diwujudkan di AS dan menjadikannya sebagai miliarder terkaya di China. Prestasi lain masih terus dicetaknya, pekan lalu, IPO Alibaba bahkan menghasilkan transaksi penjualan terbesar sepanjang sejarah dunia.


Kusimpan Suratnya Selama 14 Tahun dan Kini Ia Jadi Istri

Kusimpan Suratnya Selama 14 Tahun dan Kini Ia Jadi Istriku
Surat-surat dari Piper rupanya masih disimpan rapi oleh Gabriel selama 14 tahun. 

Pertemuan dengan jodoh bisa terjadi dengan cara yang misterius dan tak terduga. Bisa jadi jodoh kita adalah orang yang benar-benar asing. Bisa juga orang terdekat. Atau mungkin orang dari masa lalu kita sendiri. Kita tak pernah menyangka bahwa seseorang itu jodoh kita sampai kita benar-benar bertatap muka dengannya langsung. Seperti yang dialami oleh Piper Goodeve (35) dan Gabriel Vaughan (36).

Berawal dari Saling Berbalas Surat

Dilansir dari dailymail.co.uk, perkenalan Piper dan Gabriel pertama kali terjadi pada tahun 1994. Saat itu Piper yang berusia 14 tahun tinggal di New Hampshire sementara Gabriel yang berusia 15 tahun tinggal di Massachusetts, keduanya adalah sahabat pena. Dari kegiatan saling berbalas surat tersebut, mereka pernah bertatap muka satu kali dan rupanya mereka sama-sama memiliki ambisi di dunia akting yang sama.

Ketika masih remaja, Piper dan Gabriel sama-sama menyukai Shakespeare dan punya mimpi menjadi aktor. Sampai teman-teman mereka mengenalkan mereka melalui pena dan kertas--ya, karena dulu akses internet tak semudah sekarang. Dan itulah awal mula mereka menjadi sahabat pena.

Empat tahun menjadi sahabat pena, Piper dan Gabriel hilang kontak. Selama 14 tahun mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing. Tapi rupanya mereka sama-sama belajar akting di London dan tinggal terpisah hanya tiga blok saja di Brooklyn, New York.

Surat yang Masih Disimpan Selama 14 Tahun

Setelah 14 tahun berlalu, Piper dan Gabriel sama-sama tidak tahu kalau ternyata mereka tinggal berdekatan. Hingga pada tahun 2011, keduanya bergabung di OkCupid. Lalu Gabriel menemukan profil Piper dan menemukan kecocokan sebesar 94 persen. Hanya saja saat itu Gabriel tidak menyadari bahwa Piper adalah gadis yang dulu merupakan sahabat penanya karena Piper menggunakan nama samaran untuk profilnya.

Surat-surat dari Piper rupanya masih disimpan rapi oleh Gabriel selama 14 tahun.

Gabriel langsung menyapa Piper di OkCupid, "Hei, maukah kau pergi berkencan denganku?" kenang Gabriel. Dan tak lama kemudian Piper membalasnya, "Gabe! Ini Piper! Sahabat penamu!" Piper langsung tahu bahwa orang yang menyapanya itu adalah Gabriel karena Gabriel menggunakan nama aslinya.

Sejak itu, mereka kembali bertemu. Dan ketika mereka pergi ke apartemen Gabriel dan Gabriel mengeluarkan binder berwarna ungu dari lemarinya dengan tulisan 'Piper G', barulah tahu kalau ternyata Gabriel menyimpan semua surat yang ia terima dari Piper. Tak lama kemudian, mereka jatuh cinta dan Gabriel melamar Piper pada bulan Oktober 2013.

Kini Piper dan Gabriel sudah menjadi pasangan suami istri dan tinggal di Brooklyn. Benar apa kata pepatah, jika sudah jodoh ya tak akan ke mana. Meskipun Piper dan Gabriel sempat putus kontak selama 14 tahun dan sama-sama tidak tahu kalau ternyata mereka tinggal berdekatan, jika sudah memang ditakdirkan untuk berjodoh, mereka pun bisa kembali berjumpa. Ladies, kalau menurut Anda sendiri, apa sih jodoh itu?