Senin, 07 Februari 2011

Foursquare: Mengajak Orang Untuk Bertualang

Pada 2001,Dennis Crowley,seorang pemuda yang sangat interaktif,baru saja lulus dari Universitas New York.Ketika itu dia berpikir untuk membuat sebuah konsep situs jejaring sosial untuk mengetahui lokasi di mana kawan-kawannya berada.Saat itu,Facebook dan Friendsterbelum ditemukan.


TAPI, konsep itu baru terealisasi pada 2009 yang diberi nama Foursquare. Foursquare merupakan sebuah situs web dan aplikasi dari telepon seluler yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan teman mereka dan secara langsung check-in lokasi terbaru mereka.

Situs jejaring sosial ini juga bisa membantu penggunanya untuk menemukan sebuah cara baru dalam melakukan eksplorasi sebuah kota dan bertemu dengan teman-teman dalam dunia maya. Situs yang didasarkan pada lokasi dari si pengguna ini juga mampu menghadirkan sebuah permainan. Untuk memperkuat jaringannya, Foursquare bekerja sama dengan Facebook dan Twitter sehingga ketika pengguna check-in, otomatis terdapat pada akun Facebook dan Twitter.Foursquare didirikan Dennis Crowley bersama Naveen Selvadurai di New York,Amerika Serikat, dengan 17 karyawan dan diluncurkan pada 11 Maret 2009.

“Kita menginginkan Foursquare untuk mendorong semua orang bertualang,” kata Crowley kepada Guardian.“Ini untuk memberi Anda sebuah alasan melakukan sesuatu dan pergi ke tempat yang mungkin tidak selalu dipikirkan oleh Anda,”imbuhnya. Selain petualangan, Crowley juga memaparkan bahwa hasil kreasinya memicu banyak orang untuk mengeksplorasi sebuah kota.“Kita mengajak orang untuk menemukan hal-hal baru di sebuah kota yang kita tinggali,” tuturnya. Menurut dia, banyak orang yang tinggal di sebuah kota justru terasa asing di kota tersebut. Pada 2009 dengan ketersediaan yang terbatas, Foursquare hanya mencakup 100 area perkotaan saja.

Pada Januari 2010,situs webini bisa diakses tanpa batasan daerah sehingga berkembang menjadi 500.000 pengguna.Pada 2010 juga, Foursquare tumbuh 3.400% dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, lebih dari 6 juta anggota Foursquare telah bergabung. “Terus terang,2010 merupakan tahun yang gila,”kata Crowley.Kelebihannya dibandingkan situs jejaring sosial lain,menurut Crowley, Foursquare lebih fokus pada berbagi perihal informasi pribadi. Saat ini, Crowley mengatakan, perusahaannya berada dalam posisi yang baik.“Kami memiliki modal yang cukup,” katanya.Crowley menyebutkan, Foursquare mendapat tawaran dari beberapa raksasa internet seperti Facebook dan Yahoo.

Namun, tawaran itu langsung ditolak menyusul kondisi finansial yang meningkat pesat sepanjang 2010. Sebelum mendirikan Foursquare, Crowley mendirikan Dodgeball yang memiliki peta, tetapi tidak memiliki permainan.“Begitu kami mulai membangkitkan Dodgeball, kami menambahkan permainan akan menjadikan peristiwa itu menjadi sesuatu yang sangat menarik,” kata Crowley.“Ternyata itu benar-benar bangkit dan memiliki banyak pengguna,” katanya.Tapi, Dodgeball dibeli oleh Google pada 2005 dan kini telah mati. Crowley pernah bekerja untuk Google. Lantaran semangat perubahan yang terus bergejolak di dalam hatinya, dia pun memilih meninggalkan Google pada 2007 dan mencoba mencari cara untuk membuat usaha.

Selanjutnya, dengan Foursquare saja ia mampu menyerap iklan senilai lebih dari USD10 miliar (Rp90 triliun). Prinsip yang dibangun Crowley adalah kreasi, kreasi, dan kreasi. “Jangan biarkan orang mengatakan bahwa ide kamu itu hanya bualan orang gila. Jika kamu memiliki semangat mengenai sesuatu, temukan cara untuk mewujudkannya,” paparnya.Crowley memaparkan,jika seseorang tidak mampu mengembangkan sendiri, carikan kawan atau orang lain untuk membangun. Atas prestasi Crowley, dia menjadi salah satu dari 35 inovator terhebat di usia kurang dari 35 tahun versi majalah Technology Review yang diterbitkan MIT. Saat ini, dia juga menjadi asisten profesor pada Program Telekomunikasi Interaktif di Universitas New York.

Menurut dia, sebagai pengusaha yang bertanggung jawab, ilmu yang dimilikinya pun harus dibagi kepada generasi muda. “Saya sangat senang mengajar dan bekerja sama dengan mahasiswa yang sangat menakjubkan,” kata Crowley.Bagi dia,berbagi ilmu dengan mahasiswa justru mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi karena adanya perdebatan menuntutnya untuk selalu maju. Apa tantangan dalam mengembangkan produk jejaring sosial? Menurut Crowley, banyak orang beranggapan bahwa Facebook dan Twitter merupakan akhir dari kreasi situs jejaring sosial,padahal itu merupakan anggapan yang salah.

“Kenyataan, banyak orang yang bosan dan tidak mau lagi menulis dan berbagai status mereka di situs jejaring sosial yang jumlahnya mencapai 125 juta orang,” katanya. Untuk itu, kata dia, perlu adanya terobosan terus-menerus. (andika hendra m)

Tidak ada komentar: