Sabtu, 28 November 2015

MENYAMBUT Hari Guru!



Pak Guru : "Atun..!! Coba tulisen neng papan tulis opo tulisan neng lambang Garuda Indonesia!"
Atun maju terus nulis neng papan tulis:
'BINEKA TUNGGAL IKA'.
Ndeleng tulisan iku Pak Guru Gedeg2...
sebab dudu BHINEKA.., tapi BINEKA...
Pak guru: "Ngopo ra nganggo BH?" Karo mendelik.
Diomongi ngono Atun cepet2  nyekel dadane, amargo dewek e kroso nek ora nganggo BH, karo mesam mesem kecut.
( koyo ngombe kopi luwak)
Atun : Bapak Guru kok pirso ?"
Pa guru: "haaa yo  cetho  banget!! Lha wong ketok melok melok !! Cobo di benerke". Ngendikane Pak Guru tambah molotot.
Atun: "Hiks..hiks..(karo klecam klecem) "isin pak..., mosok mbeneraken  teng mriki" jawabe Atun karo mesam mesem.
Pak guru: "Yo kudu sak iki kapan maneh...! Ngopo koq ora nganggo BH?"
Atun : " Dereng garing pak, BH ne..., nembe dijemur , lha wong namung setunggal.., hiks..hiks.." karo ngguyu terus mencolot mlayu mulih arep jukuk BH NE..
Pa guru lingak..linguk... ndomblong....bingung..di kongkon benek no tulisane lakok Atun malah mlayu.😄
Selamat hari guru...

Pelajaran dari kisah Nokia

Ketika Nokia resmi mundur dari panggung bersejarah, saat konferensi pers, CEO Nokia Jorma Ollila mengumumkan persetujuan akuisisi Microsoft terhadap Nokia, dia mengatakan kalimat terakhir:
"Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah".
Lalu, bersama-sama dengan puluhan eksekutif Nokia-nya tidak tahan menitikan air mata.

Nokia merupakan perusahaan yang mengagumkan, Nokia tidak melakukan sesuatu yang salah, tapi dunia berubah terlalu cepat.
Mereka terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan perubahan, dan akhirnya kehilangan kesempatan !

Juga, mereka bukan saja melewatkan kesempatan untuk membuat uang, tetapi kesempatan untuk bertahan hidup.

Jika kita "tidak berubah", maka posisi kita akan tergantikan.
Jika PIKIRAN kita tidak mengikuti perkembangan zaman, bersiaplah utk segera tersingkir !

Hikmah Cerita :
1. Keunggulan kemarin akan digantikan oleh tren/kecenderungan esok, tdk segera merubah cara berpikir akan mati pelan2 !
2. Merubah diri sendiri namanya kelahiran kembali, dirubah oleh orang lain namanya tersingkir !

Berusahalah sebaik yang kita bisa

Jumat, 27 November 2015

'Tukang Las' Asal Indonesia yang Paling Dicari Kontraktor Dunia

Berbeda dengan TKW (tenaga kerja wanita) asal Indonesia yang sering pulang dengan cerita pilu, entah menjadi korban kriminalitas di negeri orang atau pulang membawa nestapa dihamili majikan, disiksa, dan tak digaji. Kali ini kabar baik datang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang boleh dikatakan mengagetkan semua pihak.

Ternyata keahlian tehnik mengelas menjadi sesuatu yang paling berguna di negeri orang sana. Disni memang namanya 'Tukang Las' tapi disana keren banget, Welder namanya. Pekerjaannya mengelas berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak dan pipa tambang. Inilah yang membedakan mereka dengan buruh migran lainnya. Dengan keahliannya mengelas, para welder punya posisi tawar yang gokil dan luar biasa.

"Watak welder itu keras-keras. Kalau perusahaan ingin kami mengerjakan proyeknya, ya, ikuti cara kami. Kalau tidak cocok, silakan cari tim welder lain," kataSupriyadi yang merupakan salah satu Welder berpengalaman di luar negeri sana.

Investasi Welder luar negeri jangan dianggap sepele, usai mengerjakan proyek di Malaysia ia mampu menghasilkan investasi kebun dan tanah, lalu tahun 2011 ia berangkat ke Papua Nugini. Lagi-lagi mendapatkan tawaran dari kontraktor asing.

"Gaji saya 2.200 dollar AS sebulan, belum termasuk lembur," ujar ayah tiga anak ini. Waktu di Papua Niugini, Supriyadi menjadi welder terbaik. "Dia itu mengalahkan welder dari Thailand, Filipina, India, dan Kolombia," tambah Ridwan Nawing (38), rekan satu tim.

Soal kualitas, Mujahiddin (37) bercerita, ketika mengerjakan proyek pembangkit listrik di Jawa Timur, beberapa tahun lalu, ternyata hasil tim welder Indonesia lebih baik daripada tim welderJerman. Begitu di cek dengan sinar X, pekerjaan tim Jerman ditolak karena kurang rapat.

Jumat, 13 November 2015

Kisah Sukses Jacky Chan

Kisah nyata ini terjadi di Hongkong..

Sepasang suami istri miskin bernama Charles Chan dan Lee Lee Chan adalah pengungsi perang sipil Tiongkok, yang tinggal di kawasan kumuh Hongkong pada tahun 1954.

Sang suami adalah kuli kecil, dengan gajinya yang sangat kecil.

Saat sang istri sudah hamil tua, karena tidak memiliki uang untuk melakukan operasi caesar yang begitu mahal, maka sang istripun harus menderita untuk menunggu kelahiran bayinya secara normal.

Sang bayi tidak juga lahir seperti bayi umumnya.

Bayi ini berada dalam kandungan ibunya selama 12 bulan, 3 bulan lebih lama dari kelahiran bayi umumnya.

Namun setelah menunggu hampir satu tahun, tidak ada tanda tanda sang ibu akan melahirkan secara normal, sehingga akhirnya dokter pun memaksa untuk melakukan operasi caesar, demi keselamatan nyawa ibu dan bayinya.

Ayahnya yang miskin dengan gajinya yang sangat kecil itu tentunya tidak sanggup untuk membayar biaya operasinya sehingga terlilit hutang besar pada lintah darat.

Karena ketidak-mampuannya membayar hutang, maka lintah darat pun mendesak keluarga ini untuk segera menjual bayinya, agar bisa menebus hutang-hutangnya.

Kesedihan dan ketakutan yang luar biasa merundung keluarga miskin ini.

Bayi mereka dipaksa untuk dijual demi membayar hutang-hutang mereka yang sangat banyak.

Dengan perasaan takut dan sedih pasangan ini mencoba segala jalan untuk mendapatkan uang.

Setelah kesana kemari berjuang mencari uang, singkat cerita akhirnya ada seorang teman yang bersedia membantu melunasi hutang-hutang tersebut dan bayi pun bisa diselamatkan.

Untuk membesarkan sang bayi, juga bukan suatu hal yang gampang bagi mereka, mereka sekeluarga terpaksa tinggal di kawasan miskin di Hong Kong, dengan hidup yang sangat sederhana dan merana.

Kehidupan mereka mulai sedikit membaik, ketika sang ayah mendapat pekerjaan sebagai juru masak di kedutaan Hong Kong di Australia.

Pemindahan yang mendadak ke Australia, tentu membawa kerepotan sendiri bagi anaknya yang baru berusia 7 tahun, karena sulit mengikuti pelajaran disana dalam bahasa ibunya yang berbeda.

Terpaksa ayahnya mengirimkan balik anaknya ke Hong Kong.

Ia bukan dikirim ke sekolah biasa, tetapi malah dimasukan ke Sekolah Opera Peking.

Walaupun sang anak harus menjalankan berbagai latihan berat untuk belajar berbagai ketrampilan seperti, bernyanyi, menari, berakting opera, akrobatik dan bela diri, ia tetap menyukainya dan merasa betah.

Ia baru meninggalkan sekolahnya setelah belajar selama 10 tahun lamanya, dibandingkan anak anak lain yang hanya belajar 2-3 tahun saja.

Dengan penuh keyakinan, ia mulai terjun ke masyarakat mencari pekerjaan yang membutuhkan ketrampilannya.
Kebetulan seorang produser yang sedang kebingungan mencari peran pengganti, stuntman, dalam berbagai adegan berbahaya, tanpa pikir panjang ia langsung menerima adegan itu.

Bayi itu bernama Chan Kong-Sang, yang memiliki arti lahir di Hongkong pada 7 April 1954, dan sekarang kita kenal dengan nama Jackie Chan.

Ketika kecil, Chan juga mendapat julukan Pao Pao yang berarti bocah peluru.

Pemberian nama ini bukannya tanpa alasan, karena Chan ketika kecil dikenal sebagai anak yang memiliki karakter yang lincah dan memiliki berat sekitar 5,4 kg.

Dengan kerja keras dan keteguhan hati, Jackie Chan telah mengubah nasibnya. Hampir 100 film telah diperankannya, dan hampir semua mencapai box office.

Jackie Chan kini telah menjadi bintang film dengan kekayaan lebih dari USD 130 juta.

"JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGENDALIKANMU, ENGKAULAH YANG HARUS MENGUBAH KEADAANMU." ~ Jackie Chan ~ .

Tidak ada yang tidak mungkin, jika kita mau berjuang. Jangan lupa juga andalkan Tuhan dalam segala hal, karena segala keputusan ada ditanganNya.

===
Semoga kisah hidup Jacky Chen ini bisa menginspirasi kita .

Aku MATI, Papa MENIKAH lagi?

Renungan by JuliantoSimanjuntak


Aku MATI, Papa MENIKAH lagi?
Pertanyaan  roswitha di atas sangat mengagetkan saya. Apalagi di tengah malam saat saya nyaris terlelap. *

Witha mengulang pertanyaannya: "Pa kalau aku mati kau Kawin lagi?"

Saya menjawab: "Iya, aku rasa menikah lagi..." (mungkin begitulah pikiran pria umumnya), lalu saya mencoba tidur kembali....

Tapi saya ternyata terusik dengan pertanyaan itu, dan mencoba bangun serta bersandar di dinding kamar.

Saya gantian bertanya: "Ma, kalau aku yang mati duluan, Mama Kawin lagi nggak?"

Wita dengan tegas menjawab: "Tidak. Aku akan jaga anak-anak saja. Tidak mudah bagi saya menikah lagi, mencari seperti kamu. Pa, satu yang aku pesan, kalau Papa nikah lagi, carilah yang sayang sama anak-anak"

Diskusi kecil ini betul-betul membuat prosesor otak saya mulai jalan kencang. Saya mulai tertarik memikirkan kematian.

Saya kemudian berkata: "Ma jangan dulu ganggu saya!"

Wita merespon: "kenapa pa?"

"Aku mau bayangkan dulu mama meninggal dunia" jawab saya.

Istri saya tersenyum kecut....

Saya memejamkan mata sambil bersandar di dinding kamar. Lalu mulai membayangkan istri saya seolah ada di peti mati, di rumah duka dan banyak orang melayat.

Hanya 20 detik, air mata saya mengalir, dan segera membuka mata dan berkata "Ma, janganlah kau mati dulu, aku belum siap..."

Saya pun kembali mencoba tidur dengan perasaan campur aduk. Baru sadar, bahwa selama ini saya tidak pernah mempersiapkan diri dengan baik jika pasangan dipanggil Tuhan. Bahkan kematian saya sendiri.

PERSIAPAN-PERSIAPAN MENUJU KEMATIAN

Kematian memang menyakitkan, terutama bagi yang ditinggalkan. Apalagi selama hidup ada hubungan batin atau kedekatan mendalam dengan yang dipanggil Tuhan. Sakit rasanya.

Namun bagi yang meninggal, bagi yang percaya itu adalah akhir perjalanan hidup yang membahagiakan. Sebab bisa bertemu dengan Tuhan sang Pencipta dan penyelamat hidup. Mati adalah keuntungan, demikian kesaksian rasul Paulus

Namun masalahnya tidak sampai disitu. Kita perlu ingat mereka yang kita tinggalkan. Merancang kematian yang membawa berkat (keuntungan) bagi yang kita tinggalkan.

Saat meninggal CV kita akan dibacakan, sebelum dibawa ke pemakaman. Apa cerita tentang kita selama hidup dipaparkan secara ringkas dalam curriculum vitae tadi. Kalau baik tentu membanggakan keluarga. Apa nilai, karya, tradisi hidup luhur yang kita wariskan padsa mereka yang kita tinggalkan.

Tentu sebelum dipanggil kembali ke rumah Bapa kita perlu:

Menyiapkan anak2 mandiri dan punya karakter baik. Termasuk pendidikan yg terbaik

Menjaga cara hidup dan kesehatan agar tidak merepotkan anak2 saat kita tua.

Menyiapkan finansial masa depan untuk diri kita sendiri, supaya tidak bergantung pada anak-mantu.

Kita juga menyiapkan tabungan untuk masa depan anak2. Selain itu menjaga kesaksian hidup, dan memiliki relasi yang baik secara sosial.

Ayah mertua saya Prof. Ndraha tahun 97 lalu lalu di hari natal keluarga memberi pesan yang mulia bagi anak dan mantunya

Dia mulai dengan bertanya: "apakah ada anak anak bapak yang membawa foto bapak di dompet kalian...?" 

......Ternyata tidak ada satupun dari ketujuh anaknya  yang membawa foto

Lalu Papa mulai memberikan nasehat:

" Oke, tak masalah jika kalian tidak membawa foto bapak. Kalian juga boleh lupa wajah bapak kalau aku sudah meninggal. Tapi ada satu yang tidak boleh kalian lupakan, wariskanlah nilai dan tradisi luhur yang bapak ajarkan kepada cucu cucuku. Kalau kalian lakukan itu barulah aku ini berhasil." Demikian pesan Alm Prof T Ndraha.

Secara fisik, saya dan istri sudah menyiapkan diri menyambut saat itu. Kami sudah membeli tanah kuburan,

Tak lupa saya pesankan pada kedua putra kami,  bila saya meninggal agar dituliskan di batu nisan " Di sini makam seorang konselor".

PENUTUP

Orang yang mempersiapkan kematiannya akan hidup dengan sungguh-sungguh dan bersemangat dalam bekerja, serta menginspirasi orang banyak.

Hiduplah hari ini seolah besok anda akan mati, demikian ungkap alm. Steve Jobs pendiri Apple.

Selamat mempersiapkan Kematian yang berguna, dan membawa manfaat bagi yang kita tinggalkan. Hidup berguna mati bahagia


Mempersiapkan kematian yang sukses (berguna) sama pentingnya dengan Mempersiapkan hidup  yang sukses~

Motivasi dari Ahok: Anti Korupsi

Senin, 09 November 2015

ISTRI BIJAKSANA



Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.

Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.

Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;

Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.