Minggu, 26 Oktober 2014

Gabriel Escarrer, CEO Melia Hotel


Gabriel Escarrer telah bergelut dengan dunia bisnis sejak usia belia. Sebagai generasi kedua dari sebuah keluarga pebisnis, Escarrer yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua dan Chief Executive Officer (CEO) Melia Hotels International itu mengaku banyak belajar dari anggota-anggota keluarganya yang sudah berkecimpung dalam bisnis hotel selama 60 tahun.

"Sejak kecil, saya kerap dengan ayah saya mengunjungi properti-properti hotel keluarga kami,"terang pria asal Italia itu,"Penting bagi kami untuk dekat dengan (staf -red) hotel dan operasional, dekat dengan klien, GM (general managers -red) dan dikelilingi oleh tim yang hebat."

Menjadi seorang entrepreneur dan sukses, tentu saja tidak boleh melupakan kontribusi semua anggota tim kita. Begitu juga yang dilakukan oleh Escarrer. Ia menandaskan ia bangga telah memiliki sebuah tim yang selama ini bekerja dengan kompak dan bagus. "Saya bangga dengan tim saya dan saya selalu ingin dikelilingi oleh orang-orang yang paling cerdas di industri ini, apa yang saya capai juga berkat mereka dan inilah mengapa saya bisa mendapatkan penghargaan Entrepreneur of the Year tahun 2013."

Mengelola sebuah perusahaan keluarga tentu bukan perkara mudah. Escarrer pun merasakan tantangan-tantangan dalam mengelola Melia Hotels International hingga sebesar sekarang ini. "Tantangan terbesar adalah bagaimana agar mitra (partner) tidak kecewa." Banyak tempat di dunia ini terutama di Asia Tenggara dan Amerika Selatan, kebanyakan pengembang real estat adalah perusahaan yang dimiliki oleh keluarga. Jadi Melia Hotels International sebagai  perusahaan manajemen hotel yang dimiliki oleh keluarga cukup unik.  Dan inilah yang menurut Escarrer menjadi kelebihan kompetitif (competitif advantage) bagi Melia Hotels International.

Bergerak dalam bidang industri perhotelan, Escarrer tidak bisa hanya berkutat dengan tujuan dan target jangka pendek.  Alumni Wharton School University of Pennsylvania ini membina hubungan jangka panjang dengan banyak pihak demi kelanggengan jaringan bisnis hotelnya. Saat pendahulunya mendirikan Melia Bali 30 tahun lalu, pihaknya juga bisa mewujudkannya dengan memperkokoh kerjasama dengan mitra bisnisnya yang juga sebuah keluarga dari kota Surabaya.  Ia menyebutkan semangat kekeluargaan yang hangat dalam membina kemitraan ini menjadi satu keunggulan Melia jiak dibandingkan perusahaan hotel sejenisnya di industri perhotelan yang meski sudah melantai di bursa saham tetapi tidak dimiliki dan dikelola keluarga. 


Tidak ada komentar: