Senin, 15 Desember 2008

Ada TETESAN Setelah TETESAN TERAKHIR...

Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan

gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan

diadakan.

Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu

Banyak,orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan

Tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga

berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba

panco.

Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk

dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

'Hingga tetes terakhir', pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar

Kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes

saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas

panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa

jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi

jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut

mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum

sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau

mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta

agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung."

Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita

Itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita

itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan

jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran

penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak

penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa

jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya,

mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk

yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya

memeras...dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja

panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah

menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan,tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil

Memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang

Ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat,

Bukanlah hal yang sulit bagiku".

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku.

Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal

tersebut.

Tidak ada komentar: