Minggu, 11 Oktober 2015

Rick Caruso: Sang miliarder pusat perbelanjaan

Ada benarnya anggapan bahwa pebisnis properti pasti kaya raya. Maklum, tanah ciptaan Tuhan terbatas padahal jumlah manusia terus berkembang biak. Kaya raya dari bisnis properti juga dialami Rick Joseph Caruso. Pria kelahiran Los Angeles ini menyandang predikat miliarder karena memiliki pundi-pundi harta mencapai US$ 3,5 miliar. Harta berlimpah ini bersumber dari bisnis properti yang dia bangun di bawah bendera Caruso Affiliated yang berjaya di Los Angeles.  

Di kalangan kaum jetset Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS), nama Rick Joseph Caruso sangat populer. Dia tersohor sebagai miliarder pemilik pusat perbelanjaan paling beken di LA, yakni The Grove dan The Americana at Brand.

Dua ikon pusat perbelanjaan tersebut hanyalah segelintir dari tentakel bisnis Caruso sesungguhnya. Dia merupakan pendiri Caruso Affiliated, sebuah perusahaan real estate terintegrasi.

Berdasarkan catatan Forbes, pria berusia 56 tahun ini memiliki kekayaan mencapai US$ 3,5 miliar. Tumpukan harta ini menempatkan dirinya masuk daftar 400 orang miliarder AS tahun 2015.

Ibarat pepatah buah jatuh tak jauh dari pohon, jiwa bisnis Caruso mengalir dari darah sang ayah, Henry Caruso. Henry merupakan pendiri jaringan bisnis rental mobil Dollar Rent A Car.

Meski terlahir dari ayah yang kaya raya, harta Caruso tak mengandalkan warisan bisnis. Caruso terjun ke dunia bisnis atas inisiatifnya sendiri. Sebab, latar belakang pendidikan sebagai sarjana hukum dari University of Southern California dan Pepperdine University School of Law membawanya menekuni profesi sebagai pengacara di awal karier.

Yang unik, justru profesi kuasa hukum yang membawa Caruso  bertemu peruntungan sebagai pengusaha properti. Kala itu, Caruso bekerja sebagai pengacara yang mewakili pengembang properti Finley Kumble.

Sejumlah kasus properti yang dia tangani membuatnya tertarik terjun mencicipi legitnya bisnis properti. Pada tahun 1992, Caruso bertekad bulat hengkang dari dunia hukum dan beralih profesi menjadi pebisnis properti.

Sejak berhenti sebagai pengacara, Caruso telah menghabiskan banyak waktunya atau sekitar 15 tahun, mengembangkan kawasan industri di California. Salah satu kawasan yang paling menghasilkan untung adalah Los Angeles.

Selain mengembangkan kawasan pusat perbelanjaan The Grove dan The Americana at Brand, beberapa proyek yang juga tak kalah sukses adalah Commons, Promenade dan Marina Waterside.

Kesuksesan Caruso tidak serta merta membuat nama Caruso tersohor. Maklum, kebanyakan penghuni Los Angeles orang berduit. Nama Caruso populer lantaran dia juga terlibat aktif di panggung politik Los Angeles.

Saat masih berusia 25 tahun atau  pada tahun 1985, Caruso ditunjuk Walikota Los Angeles Tom Bradley untuk mengisi kursi Komisaris Departemen Air dan Tenaga Listrik. Kala itu, Caruso menjadi salah satu komisaris termuda dalam sejarah kota Los Angeles.

Di lain kesempatan, tepatnya pada tahun 2011, Caruso kembali diberikan amanat oleh Walikota James K. Hahn untuk menjabat posisi Dewan Komisaris Kepolisian Los Angeles. Di posisi ini, Caruso memimpin proses seleksi yang menghasilkan mantan kepala polisi New York William Bratton sebagai kepala polisi Los Angeles.

Caruso juga merupakan anggota Komisi Los Angeles Memorial Coliseum yang bertugas mengawasi salah satu stadion bersejarah dan tertua di Los Angeles. Terlepas dari predikat pebisnis dan jabatan politik, Caruso juga tersohor sebagai seorang dermawan yang murah hati.

Dia merupakan dewan pengawas Para Los Ninos, lembaga nirlaba yang fokus memperhatikan kesejahteraan keluarga dan anak di Selatan Los Angeles. Organisasi ini merupakan partner strategis yayasan amal miliknya dan istri yang bernama Tina and Rick Caruso Child Development Center.

Caruso juga dikenal di kalangan dunia pendidikan karena menjabat dewan pengawas University of Southern California, Pepperdine School of Law Board of Visitors dan Ronald Reagan Presidential Foundation.         

Tidak ada komentar: