Selasa, 11 Februari 2014

Barry Diller: Meski tak lulus kuliah, sukses menjadi Raja Media

Ada pepatah mengatakan, informasi atau pengetahuan adalah kekuatan. Dengan informasi, seseorang akan memiliki "amunisi" sehingga mampu menentukan keputusan yang tepat. Orang-orang pun rela menyisihkan uangnya untuk memperoleh informasi tersebut. Oleh karena itu, tak heran apabila bisnis media punya potensi untung yang besar.

Informasi dan hiburan menjadi konten yang menjadi daya tarik utama media di masyarakat. Itulah yang menyebabkan industri media bak madu yang diserbu lebah. Siapa bisa membiakkan madu tersebut, tentu bisa beroleh berkah dan keuntungan. Salah satu dari mereka yang beruntung adalah Barry Diller, seorang pengusaha yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dunia media.

Barry Diller saat ini adalah Chairman dan Senior Executive InterActiveCorp (IAC). Perusahaan inilah yang menelurkan Fox Broadcasting Company dan American Broadcasting Company. Bukan hanya itu, IAC merupakan perusahaan media yang menelurkan sedikitnya 50 brand situs online yang kini telah tersebar di 40 negara di dunia.

Diller bukan orang kemarin sore di bisnis media. Pria berusia 72 tahun ini memulai karirnya di dunia media sejak 1966. Belasan perusahaan pernah ia tukangi, sebagai direktur atau setingkat pemimpin tertinggi. Sebut saja perusahaan kakap seperti American Broadcast Company (ABC), Paramount Studios, Twentieth Century-Fox, hingga tempatnya berlabuh saat ini di IAC.

Diller juga merupakan sosok di balik serial televisi yang paling terkenal di negeri Paman Sam, yaitu The Simpson. Siapa yang tidak tahu serial televisi dengan tokoh utama Bart Simpson ini? Tahun 1984, saat bekerja di Twentieth Century Fox, Diller sukses menelurkan serial TV legendaris itu yang bahkan sampai kini masih tayang secara langsung di AS dan seluruh jaringan televisi berbayar di dunia. Saat menjadi bos, Diller menelurkan serial televisi yang tak kalah ngetop seperti Xena the Warrior Princess dan Jerry Springer Show.

Tidak hanya andal menciptakan serial televisi, dia merupakan sosok di balik kesuksesan beberapa film layar lebar. Pada tahun 1974, Diller menjabat Chief Executive Paramount Studios. Kala itu, dia menelurkan film yang sangat terkenal pada zamannya, yaitu Saturday Night Fever (1977), Grease (1978), Indiana Jones and The Temple of Dooms (1984) dan The Beverly Hills Cop (1984). Di genggaman tangan dinginnya, Paramount Studios berhasil mencetak film-film box office, yang tentu meraup keuntungan hingga jutaan dollar Amerika Serikat.

Memasuki era milenium, Diller melihat ada potensi yang sangat besar di media online. Lantas, ia mendirikan berbagai situs online sepertiTicketmaster.com.

Segudang pengalaman dan kesuksesannya di dunia media menjadikan Diller masuk daftar orang terkaya di dunia. Dia bertengger di peringkat 792 orang paling kaya di kolong langit. Per September 2013, Forbes mencatat kekayaannya US$ 2,1 miliar. Taipan media ini pun memiliki kapal pesiar terbesar di dunia, yaitu sepanjang 92,92 meter.

Di tengah kesibukan bisnisnya, Diller mengemban jabatan sebagai anggota wali amanat New York University. Atas pengalamannya di belakang layar film dan televisi, Diller juga dipercaya menjadi anggota wali amanat American Film Institute. Ia juga menjabat direktur di yayasan miliknya dan istrinya Diane von Furstenberg.

Tak selamanya pendidikan formal turut mengawal kesuksesan seseorang. Buktinya, Diller tak menyelesaikan pendidikannya alias drop out di University of California, Los Angeles. Tapi talenta dan keuletan membawanya menjadi raja mediaonline. 

Tidak ada komentar: