Jumat, 11 Juni 2010

MICHAEL ARRINGTON : Pengusaha Ternama AS



Tinggalkan Karier Pengacara demi kembangkan BLOG

Michael Arrington, 40 rela meninggalkan karier cemerlangnya sebagai pengacara perusahaan-perusahaan besar demi mengelola blognya. Keberanian itu ternyata membuahkan hasil. Blognya, TechCrunch.com, berhasil menuai kesuksesan.

TECHCRUNCH yang dibuatnya pada 11 Juni 2005 kini berkembang menjadi industry internet raksasa yang menyediakan informasi dan berita mengenai internet. Keberanian Arrington menawarkan informasi eksklusif menjadi TECHCRUNCH banyak digemari para pegiat tehnologi. Salah satu keunggulan TechCrunch adalah selalu menghadirkan opini yang controversial dan berpikir ke depan.

Dalam menggarap isu-isu sensitip dan berani berkonflik dengan perusahaan-perushaan tehnologi berskala besar tidak ada yang sehebat Arrington. Dia memosisikan diri bahwa media intyernet harus memiliki posisi tawar. Baru-baru ini, CEO Yahoo Carol Bartz mengkrotik keras Arrington dengan perkataan kotor. Kekecewaab Bartz ini terkait banyaknya kritik tajam Arrington yang memandang rendah Yahoo. Arrington kerap mengupas kerugian financial dan tidak sehatnya masa depan Yahoo. Dia juga menyatakan Yahoo agar lebih focus bukan hanya pada mesin pencari, tapi juga pada pengembangan pelayanan lain.

Banayaknya kontroversi yang dimainkan Arrington rupanya membuat banyak orang penasaran atas TECHCRUNCH. Tercatat tidak kurang dari 3juta pengunjung menghampirinya setiap bulan. Kondisi ini selaras dengan pendapatan iklan yang diraihnya, sebanyak USD200.000 atau Rp1,86 Milyar perbulan. Padahal, Arrington mempekerjakan tidak lebih dari 10 karyawan. “Kita sangat beruntung, tetapi kesuksesan bukan sebuah keajaiban,” katanya. “Para pengiklan kita adalah orang yang ingin menjangkau para penggiat tehnologi yang menghabiskan banyak uangnya,” imbuhnya.

Arrington bukan hanya berhasil meraih pendapatan besar. Sepak terjangnya juga mendapat pengakuan. Majalah seperti Wired dan Forbes telah menempatkan Arrington sebagai salah satu orang berpengaruh di internet. Pada 2008, dia masuk dalam jajaran 100 orang berpengaruh di dunia versi majalah TIME. Majalah Wired juga menyebutnya dalam daftar ‘pendobrak internet”. Adapun search engine technocrati mencatat bahwa TechCrunch menduduki posisi ketiga dalam daftar blog yang paling tenar di dunia. Business Week bahkan memasukkan Arrington ke dalam 25 orang paling berpengaruh di dunia internet.

Pilihannya menjadi seorang blogger juga mengantarkan Arrington menjadi pengusaha di bidang tehnologi informasi. Pada 2000, Arrington mendirikan Achex, sebuah perusahaan pembayaran internet. Namun, Achex dijual kepada First Data Corp senilai USD32 juta atau Rp 297,6 miliar. Selain itu, dia juga mendirikan Zip.ca dan Pool.com di Kanada. Arrington juga menjabat sebagai chief operating officer untuk Razorgator. Edgeio juga merupakan salah satu yang didirikannya. Baru-baru ini, Arrington masuk dalam daftara direksi Foldera, sebuah perusahaan yang khusus untuk mendesain piranti lunak. Piranti yang dibuat khusus untuk membantu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan.

Arrington dilahirkan pada 13 Maret 1970 di Orange, California. Pria yang tumbuh besar di California, AS dan Surrey, Inggris ituadalah jebolan kampus Claremont Mc Kenna College Jurusan Ekonomi. Dia kemudian melanjutkan kembali kuliah di sekolah Hukum Stanford dan lulus pada tahun 1995. Karier pertamanya dimulai saat dia menjadi pengacara di firma yang mengurusi hukum keamanan dan perusahaan di O’Melveny & Myers dan Wilson Sonsini Goodrich & Rosati. Ketika menjadi pengacara, klien yang pernah dipegang Arrington adalah perusahaan-perusahaan besar, termasuk diantaranya adalah Netscape, Pixar, dan Apple. Pada 1999. Di tengah kariernya sebagai pengacara yang menanjak, Arrington ternyata memilih hengkang. Dia memutuskan mandiri dan berwirausaha.

Menurut Arrington, kebanyakan pengusaha teknologi dikenal tidak berpendidikan, tetapi mereka menjadi bintang karena keinginan dan kecerdasan. Untuk menjadi entrepreneur, menurut dia, harus gila dan dingin melihat segala sesuatu. “Jika kita melihat Silicon Valley, ide-ide bisnis dikendalikan oleh seorang atau dua orang saja,” katanya.

Tidak ada komentar: